Emaus adalah sebuah desa yang jauhnya beberapa hari perjalanan jalan kaki dari Yerusalem. Kisah perjalanan yang terjadi pada zaman penjajahan Romawi ini menjadi menarik karena digambarkan sebagai salah satu momen penentu dalam Kitab Suci, ketika sosok penyelamat yang diharapkan ternyata dibunuh dan kemudian secara mengejutkan hadir di tengah-tengah orang-orang yang sedang mengalami keraguan.
Kisah yang populer di kalangan umat Kristiani ini dicoba diangkat kembali oleh Kolaborasi Teater Kristiani se-Kevikepan DIY bersama-sama dengan Kelompok Belajar Teater KOBAR, dalam sebuah pementasan bertajuk "EMAUS" yang dikemas dalam bentuk drama musikal. Pementasan ini akan digelar selama dua hari berturut-turut, yaitu hari Jumat dan Sabtu (15-16 Juli) pada pukul 19.00-22.00 WIB di Gedung Kesenian Societet Militer, Jl. Sriwedari, Yogyakarta.
Pagelaran seni kali ini nampaknya cukup menjanjikan bila melihat nama penyusun naskah, Landung Simatupang yang dikenal dalam jagad dunia seni teater, dan didukung oleh Iwan Darmawan sebagai koreografer, dan sutradara Sugeng Budiyanto. Dengan kurang lebih 21 pemain dan didukung oleh 24 penyanyi, drama musikal kali ini mencoba menghadirkan visualisasi kisah perjalanan para murid menuju ke desa Emaus.
Di tengah situasi dunia yang serba tidak pasti ini, masyarakat membutuhkan sesuatu yang luar biasa yang dapat dijadikan pegangan hidup. Dalam drama musikal EMAUS ini, tokoh yang digambarkan adalah Yesus yang diadhang-adhang menjadi "raja" dan "penyelamat" bangsa Yahudi dari penjajahan bangsa Romawi. Harapan ini kandas begitu saja demi melihat drama penyaliban sang Raja. Di titik inilah, nuansa kegelisahan Emaus menjadi jelas kelihatan bahwa kegoncangan iman seseorang bisa sangat berpengaruh dalam kehidupan keseharian. Sebuah komunitas tanpa satu tujuan bisa menjadi hancur dan bubar dalam sekejab.
Kisah Emaus menjadi salah satu titik tolak pencerahan atas kegelapan yang menyelimuti para murid dan pengikut Yesus. Dalam momentum ini, keyakinan mereka yang ragu-ragu dan penuh ketakutan dan kemarahan, dikembalikan lagi dengan kehadiran tokoh, dengan kehadiran pegangan hidup. Seakan-akan mencoba memberi makna atas fenomena kegalauan dunia saat ini.
Drama musikal EMAUS ini tidak membawa nama-nama pemain yang sudah besar dan kokoh dalam dunia seni teater. Akan tetapi, kehadiran kaum muda yang mau dan mampu berkiprah dalam dunia seni teater ini cukup pantas untuk disambut dan didukung terus. Pementasannya sendiri tak hanya digelar di Kota Jogja, melainkan juga di Kota Semarang, dengan dukungan Forum Peduli Teater Kristiani Semarang, yaitu pada hari Sabtu, 23 Juli 2005 di aula Katedral Semarang (Gedung Sukosari), pada pukul 19.30-22.00 WIB.
Bila Anda rindu akan drama musikal dan membangkitkan kembali nuansa religius, Anda dapat hadir dan menikmati bersama sajian drama musikal EMAUS ini. Tiket dapat dipesan di Sekretariat KBT KOBAR, GKS Widya Mandala, Jl. Abubakar Ali No. 14 Kotabaru, Yogyakarta INDONESIA 55224, atau dengan menghubungi Etta (0274-745-4718).



Kirim Komentar