Christine Cocca (Amerika) dan Deborah Nolan (Kanada) akan memamerkan karya-karya terbaru dalam pameran "RIPE: Harvesting Meaning From Motherhood" yang dimulai pada hari Senin, 11 Juli 2005 hingga Senin pekan depan, 18 Juli 2005 di Bentara Budaya Yogyakarta. Karya-karya yang dipamerkan termasuk patung, lukisan, instalasi, assemblage dan artist books yang mengambil fokus pada berbagai kumpulan fenomena yang berhubungan dengan penciptaan manusia.
Karya Deborah Nolan merupakan eksplorasi dunia spiritual dan fisik yang bermanifestasi dari pengalaman tentang kehamilan dan melahirkan anak yang telah dialaminya. Karya Christine Cocca merupakan eksplorasi tentang identitas melalui kode dan simbolisasi pada seputar dunia perempuan dan seksualitas yang berhunungan dengan perkawinan dan jati diri seorang ibu.
Eksplorasi tema sebagai referensi pengalaman individu yang mencerminkan kejelasan gambaran perjalanan yang memperlihatkan bagaimana seorang perempuan menciptakan hidup manusia. Karyanya bertujuan mengungkapkan perubahan, baik dari fisik maupun emosi, termasuk juga trauma dan kegembiraan dalam menempa kehidupan baru, serta memberikan gambaran yang jelas tentang esensi kemanusiaan. Karyanya bukan sekedar karya kolaborasi tetapi perwujudan refleksi dari interaksi artistik dan kreativitas diantara mereka berdua.
Dalam karya Deborah, yang memetakan geografi manifestasi fisik dan spiritual kehamilan, ada suasana keilmiahan yang peka dan fisikalitas yang organis. Dalam catatannya, Deborah menyampaikan bahwa "Karya ini adalah representasi visual dari transformasi fisik, mental, dan spiritual saya menjadi ibu. Awal teradinya janin, kelahiran dan keibuan terkait tak terpisahkan dan kaya dengan makna badani maupun rohani."
Dalam karya instalasi "The Hand that Feeds" dan "Masuk Angin", Christine menggunakan bahan-bahan yang lembut dan tak permanen untuk menciptakan karya yang menantang gagasan romantis dan idealistis tentang peri keibuan dan perkawinan, yaitu dengan mengeksplorasi ranah emosi dan identitas perempuan. Menurutnya, "ingatan memainkan peran dasar dalam semua karyanya". Ia cukup terpesona menyadari betapa ingatan tentang detil fisik yand acak bisa memicu kemampuan untuk mengingat begitu banyak informasi tentang peristiwa dan perasaan.
Kedua perempuan ini adalah orang asing yang bersuamikan orang Indonesia, dan sama-sama mengalami kehamilan, persalinan, dan menjadi ibu dalam ruang lingkup budaya Indonesia. Refleksi bersama oleh kedua perupa tentang pengalaman melahirkan yang sangat biasa tetapi penuh keajaiban itu, juga pengaruh dan gaung pengalaman proses tersebut dalam lingkup budaya yang asing bagi mereka, menawarkan kesempatan unik kepada publik Indonesia untuk menengok dengan kritis pengalaman keibuan yang universal itu.



Kirim Komentar