Jika mengamati kontroversi seputar seni dan pornografi, belakangan ini seksualitas
sedang mengalami pembesarannya yang cukup hebat sebagai sebuah wacana. Melalui
persoalan visualitasnya, isu seks yang pernah disikapi secara sembunyi-sembunyi
mulai meruak di wilayah publik dan minta segera dimaknai. Bertambah maraknya komodifikasi
seks di media komunikasi dan informasi turut menambah tegangnya suasana. Kita
panik karena kekurangan perangkat pembahasaan seks yang cukup mapan, dan semakin
panik karena nyaris tak ada harapan dari proses pendidikan.
Tampaknya titik temu bagi persoalan ini masih membutuhkan proses bersama yang
cukup panjang serta membutuhkan keuletan yang tak kalah hebat dari setiap anggota
masyarakat. Yang jelas untuk meredam persoalan kita tidak perlu tergesa-gesa sampai
pada praktek dan keputusan yang represif (lewat undang-undang ataupun tidak) atau
malah memberlangsungkan banalisasi isu. Sejarah harusnya sudah cukup jera dengan
kerusakan parah akibat dari represi dan pelupaan.
Pameran fotografi alterorgasm di Kedai Kebun Forum (13-20 Maret 2006) memajang
karya-karya foto yang sedang menyikapi pengerucutan kontroversi seputar bentuk
dan muatan seks dalam tampilan visual. Alih-alih memberikan batas tegas antara
karya seni dan pornografi, imaji-imaji yang muncul di sini justru ingin merambah
ruang-ruang potensi lain yang sudah beitu lama dibiarkan tak tersentuh oleh klaim
tunggal atas seksualitas. Secara jujur dan terbuka, seks dipercakapkan oleh para
partisipan pameran sebagai upaya untuk keluar dari hipokrisi yang mem-fetishkan
seksualitas, yang cenderung menutupnya rapat dari wilayah publik untuk kemudian
diintip bersama-sama.
Pameran ini termasuk dalam mata rangkaian acara Q! Film Festival Travelling to
Jogja 2006 dan diselenggarakan atas kerjasama Q-Munity Jogja, MES 56 dan Kedai
Kebun Forum, serta didukung sepenuhnya oleh Gudeg.Net. Pameran akan dibuka pada
hari Rabu, tanggal 13 Maret 2006, pukul 20.00 WIB dan dimeriahkan oleh Ferial
performance. Dengan kurator Wimo A. Bayang dan Ferdi Thajib, sejumlah seniman
akan menggelar karya fotografinya, antara lain: Stefany Imelda, Iskandar, Angki
Purbandono, Eko Bhirowo, Anggun Priambodo, Keke Tumbuan, Edwin Roseno, Elfrida
Fera , Imelda T. Mandala, Agung Nugroho W., Haekal B. Mulyawan, Jim Allen Abel,
Dea Ismanto dan Sari Handayani, Wok The Rock.
Sampai jumpa di sana, kawan!



Kirim Komentar