Meningkatnya aktivitas Gunung Merapi memaksa Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta meningkatkan status Merapi dari waspada menjadi siaga sejak hari Rabu (12/4).
Meski hingga hari ini lava pijar yang menandai letusan belum juga muncul, pergerakan magma menuju puncak masih berlangsung hingga detik ini. Sementara itu terjadinya beberapa kali gempa tektonik merupakan indikasi lain dari aktivitas Merapi yang tetap tinggi. Meski demikian terjadinya letusan Merapi masih belum dapat diperkirakan hingga saat ini.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Propinsi DIY melalui Dinas Ketentraman dan
Ketertiban Umum (Distrantibum) Propinsi DIY telah melakukan koordinasi dengan
pihak Pemkab maupun SAR Sleman guna mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat
di sekitar Merapi untuk kesiagaannya mengantisipasi letusan Gunung Merapi.
Pengawasan dan pemantauan terhadap Gunung Merapi oleh petugas pengawas aktivitas
Gunung Merapi saat ini dilakukan selama 24 jam setiap hari. Segala macam perkembangan
yang terjadi akan diinformasikan kepada masyarakat khususnya yang berada di sekitar
Gunung Merapi guna mengantisipasi langkah penyelamatan.



Kirim Komentar