Meski hingga hari ini sebagian besar pemilik pertokoan di daerah Piyungan belum berani beraktivitas, namun pak Yanto (48 thn) terlihat sibuk mengurusi tokonya. Bukannya melayani pelanggan, namun mencoba mencari barang-barang di tokonya yang mungkin masih dapat dipergunakan.
Gempa yang menghancurkan tokonya sangat memukul pedagang kelontong yang berlokasi di Piyungan ini. Ia bahkan tidak tahu harus berbuat apa kecuali mencoba memungut barang dagangannya untuk di bawa ke rumahnya di Kotagede, Yogyakarta.
"Hanya ini yang saya bisa lakukan. Mencoba mencari barang yang masih bisa untuk dibawa pulang ke rumah," ucapnya kepada GudegNet sambil mengangkat kipas angin yang masih terlihat utuh.
Namun ia masih memiliki harapan ke depan bahwa pemda setempat akan merenovasi ruko yang ia sewa dengan bangunan baru yang lebih baik. Hal ini ia rasa penting karena menyangkut kelangsungan hidupnya dan keluarganya yang bergantung pada tokonya itu.



Kirim Komentar