Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, status aktivitas Gunung Merapi masih dinyatakan AWAS.
Tanggal 11 Juni 2006
Berdasarkan pengamatan visual, cuaca puncak pada pagi, siang, sore, dan malam
hari pada umumnya cerah. Asap solfatara berwarna putih tipis, tekanan sedang dengan
ketinggian asap maksimum 800 meter di atas puncak, teramati dari Pos Babadan.
Hujan abu tipis terjadi di sekitar Pos Babadan kurang lebih pada pukul 03.07 sampai dengan 04.55 WIB. Hujan abu tipis juga terjadi di Yogyakarta pada malam hari.
Awan panas terjadi sebanyak 20 kali, mengarah ke hulu Kali Gendol denagn jarak luncur maksimum 4 kilometer. Guguran lava pijar mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng, Sat, Gendol, dan Boyong, tetapi yang dominan ke hulu Kali Krasak sebanyak 150 kali dengan jarak luncur maksimum 3 kilometer.
Hasil rekaman seismograf, menunjukkan terjadinya gempa MP 20 kali, gempa guguran 299 kali, awan panas 20 kali, dan gempa tektonik 10 kali.
Tanggal 12 Juni 2006 (00.00-06.00 WIB)
Hasil pengamatan visual, cuaca pada umumnya cerah. Guguran lava pijar teramati
mengarah ke hulu Kali Krasak sebanyak 41 kali dengan jarak luncur maksimum 2 kilometer,
ke hulu Kali Gendol sebanyak 36 kali dengan jarak luncur maksimum 1,5 kilometer,
dan ke hulu Kali Sat sebanyak 4 kali dengan jarak luncur maksimum 2,5 kilometer.
Awan panas terjadi 6 kali, tetapi yang teramati 1 kali dari Deles dengan jarak luncur 1,5 kilometer ke Kali Gendol.
Hasil rekaman seismograf, tercatat gempa MP 1 kali, gempa guguran 69 kali, dan awan panasn 6 kali, sedangkan gempa tektonik tidak terjadi.



Kirim Komentar