Perkembangan aktivitas Gunung Merapi sampai dengan tanggal 9 Juli 2006 pukul 18.00 WIB dilaporkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta dan berdasarkan hasil analisis data pemantauan, status aktivitas Gunung Merapi masih dinyatakan AWAS khusus untuk sektor Gendol sampai dengan 8 KM dari puncak Merapi.
Pengamatan visual tanggal 8 Juli 2006, keadaan cuaca puncak Gunung Merapi pada pagi hingga sore hari berkabut. Asap solfatara berwarna putih tebal dengan tekanan sedang, tinggi asap 400 m teramati dari Pos Jrakah. Guguran lava teramati dari Pos Kaliurang sebanyak 55 kali mengarah ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1,0 KM dan 6 kali mengalir ke arah hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1,5 KM. Awan panas tidak terjadi.
Pada tanggal 8 Juli 2006 pukul 00.00 s.d. 24.00 WIB, tercatat gempa guguran 269 kali, gempa MP 12 kali, gempa tektonik 2 kali, sedangkan gempa vulkanik dan awan panas tidak terjadi.
Berdasarkan pengamatan visual pada tanggal 9 Juli 2006 pukul 00.00 s.d. 18.00 WIB, cuaca puncak Gunung Merapi pada pagi hari cerah, siang dan sore hari berkabut. Asap solfatara berwarna putih tebal dengan tekanan lemah, dengan ketinggian maksimum 400 m, teramati dari Pos Selo. Guguran lava teramati dari Pos Kaliurang sebanyak 7 kali mengarah ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1,0 KM dan Kali Krasak sebanyak 1 kali dengan jarak luncur maksimum 1,5 KM. Awan panas teramati 1 kali memasuki hulu Kali Gendol dengan jarak luncur 1,0 KM. Hasil rekaman seismograf tercatat gempa guguran 163 kali, gempa MP 5 kali, awan panas 4 kali, dan gempa tektonik 3 kali sedangkan gempa vulkanik tidak terjadi.
Aktivitas Gunung Merapi masih tetap dalam status AWAS karena masih terdapat potensi terjadinya awan panas akibat aktivitas magmatis di permukaan atau puncak. Sehubungan dengan status Awas, direkomendasikan agar wilayah di sepanjang alur Kali Krasak / Bebeng, Bedog, Boyong, dan Gendol dalam radius 8 KM dari puncak Gunung Merapi dalam jarak 300 m dari tebing alur sungai tersebut di atas tetap dikosongkan karena masih berpotensi terancam awan panas; agar menghentikan semua kegiatan masyarakat (penambangan pasir, bertani, berkebun, beternak, pendakian ke puncak, dan sebagainya), di dalam dan di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam radius 8 KM.



Kirim Komentar