Konser Jazz Internasional "Magic Music at The Temple"

Oleh : Donum Theo / Senin, 00 0000 00:00

Hadir kembali di Indonesia penampilan dua musisi jazz, Guerino Mazzola dan Heinz Geisser, setelah dua tahun yang lalu tampil memukau di panggung Teater Ramayana Prambanan Yogyakarta. Dua musisi pemain piano dan drum asal Swiss tersebut tampil dengan semangat dan ketelitian komunikasi musikal yang tinggi sembari mengambil aura nuansa latar belakang kemegahan Candi Prambanan, Borobudur dan Boko Yogyakarta.

Rabu, 16 Agustus 2006, mereka akan kembali untuk melakukan proyek musikal mereka yang lebih menantang. Selain akan tampil kembali di Candi Prambanan Yogyakarta, mereka menambah agendanya dengan pengambilan gambar untuk pembuatan sebuah film dokumentasi di pelataran salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah. Berkaitan dengan Recovery Jogja Pasca Gempa, terutama untuk bidang pariwisata, program ini juga didukung oleh Taman Wisata Candi Borubudur, Prambanan dan Boko.

"Ini merupakan kesejajaran fantastis dari dua kultur yang berbeda," tutur Mazzola dalam sebuah kesempatan wawancara. Di mana konsep dan ide dasarnya adalah sama dengan sejarah pembuatan Candi Borobudur itu sendiri, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu. Pada tataran paling tinggi (Arupadhatu) manusia telah mampu meninggalkan dunia kemateriaan. Bagi para musisi, tingkatan tertinggi tersebut seolah-olah sedang berada dalam ruang "kosong", lepas dari masalah segala belenggu teknis musik yang ada dan nisbi. Termasuk juga dalam aplikasi waktu yang menjadi relatif. "Jika bermain, kami seperti tidak mendengar lagi apa yang kami mainkan. Ketika saya bermain semakin cepat, saya justru merasa semakin melamban," kata Mazzola.

Demikian juga dalam kesempatan tersebut, mereka juga akan didukung dengan pembuatan film dokumenter yang akan disutradarai oleh sutradara kenamaan dari Indonesia, Garin Nugroho. Kerangka dasar dan konsep pembuatan film dokumenter ini adalah sama dengan konsep waktu tersebut. Baik pementasan maupun interaksi Mazzola terhadap lingkungan tersebut akan menjadi bagian dari skenario pembuatan film ini.

Ditambah lagi, kehadiran di Indonesia mereka kali ini juga dibantu oleh seorang pemain bass free jazz veteran terkenal dari Amerika Serikat, Norris Jones atau yang lebih dikenal dengan nama Sirone. Ungkapan "the right man in the right place" sepertinya sesuai untuk formasi dan momen seperti ini. Dedikasi dan prestasi dalam blantika musik jazz internasionalnya sudah tidak diragukan lagi. Kariernya musiknya sudah dia awali sejak akhir dekade 1950an dan semakin menanjak ketika pada pertengahan 1960an dia pindah ke New York dan pada era 1970an dengan menjadi salah satu anggota formasi free jazz terkenal Revolutionary Ensemble Trio.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    IMMANUEL 94,3 FM

    IMMANUEL 94,3 FM

    Immanuel 94,3 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini