Indrayati adalah seniman yang dalam dua tahun terakhir ini bermain dengan sampah sebagai media utama dalam berbagai karyanya, baik yang dipamerkan maupun sebagai komoditi dagang. Dengan merek dagang Lir Ilir dan PakeLagi, Indra menawarkan berbagai perlengkapan harian seperti kotak pensil maupun dompet dari olahan barang bekas. Konsistensinya teruji dengan berbagai workshop yang ia pandu, baik atas inisiatif sendiri maupun dengan menjalin kerja sama dengan pihak lain. Bekerja sama dengan KINOKI, indra tidak saja berhenti dengan barang sehari-hari, namun bergerak dan mengeksplorasi ruang-ruang baru.
Pernyataan artis:
Keberangkatan fashion, kelak diharapkan menjadi gaya berpakaian sendiri, dengan bahan sampah ini memang berasal dari kegelisahan saya terhadap sampah terutama plastik. Bereksplorasi dengan sampah plastik minimal telah membuat saya mengurangi kebiasaan mengonsumsi produk/makanan instan, yang dengan sendirinya berarti juga mengurangi sampah plastik. Sampah yang saya pakai inipun berasal dari rumah-rumah kost perempuan, rumah tangga sekitar kampung saya, angkringan, dan burjo yang bisa dikatakan merupakan warung penghasil sampah plastik terbesar.
Gaya busana yang saya tawarkan kali ini adalah bagaimana memfungsikan segala sesuatu yang menurut banyak orang sudah tidak berguna lagi, setelah fungsi utamanya selesai. Ia biasa disebut sampah. Sampah yang saya pakai kali ini secara khusus adalah yang bersifat non-organik yaitu yang tidak mudah didaur ulang oleh alam dengan materi-materi pendukung seperti kain, tutup botol, glue gun, batu/kerang, karton/kertas.
Penempatan kain sebagai materi pendukung, bukan berarti menolak tekstil sebagaimana tema acara ini. Sematamata semangat untuk melirik bahan lain yang sekiranya mampu berfungsi sama dan berdampingan.
Fashion Show Tidak Menolak Tekstil hasil kolaborasi Indra dan Boy "hair stylist", Dani "Body Painting" feat. DJ Eka. Selasa, 28 November 2006 @ KINOKI Jl.Suroto No. 20 Kotabaru
KINOKI -bukan bioskop bukan coffeeshop- adalah ruang interaksi dengan audio-visual sebagai media utamanya. Berupaya untuk menyediakan materi film & video di luar arus utama juga berkonsentrasi pada jejaring dan kerja sama dengan berbagai pihak sambil berpegang pada kata kunci: publik dan gratis!



Kirim Komentar