Dari pantauan GudegNet hingga pukul 15.00 WIB sore ini, bangkai pesawat Garuda telah steril dari api. Beberapa petugas dari Angkatan Udara masih melakukan penelitian di sekitar tempat kejadian. Di tempat tersebut juga terlihat beberapa pihak asing yang turut membantu proses penelitian bangkai pesawat tersebut.
Di sekitar lokasi kejadian, ratusan warga dari anak-anak hingga orang tua menyaksikan dengan asyik bangkai pesawat yang kini tak lagi menyerupai pesawat terbang itu. Kemacetan di daerah sekitar bandara Adisucipto pun tak terhindarkan. Sebagian bahu jalan menuju Akademi Militer Yogyakarta pun menjadi tempat parkir dadakan ratusan wisatawan bencana yang berbondong-bondong hendak menyaksikan bangkai pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 200 itu.
Sebagian dari mereka datang dengan teman anak dan keluarganya. Meski harus melalui persawahan yang berair, mereka dengan antusias menapaki galengan sawah yang licin. Beberapa pedagang jajanan pun memanfaatkan situasi ini dengan menggelar dagangannya di sekitar lokasi ini.
Menurut Sukardi (42), pemandangan ini (kecelakaan pesawat-red) tidak sering terjadi. Maka bapak satu orang anak ini kontan langsung menuju ke lokasi ini setelah mendengar berita kecelakaan pesawat pagi tadi (07/03).
"Saya pengin lihat saja sekalian jalan-jalan, lagipula anak saya merengek terus dari tadi minta untuk diliatin pesawat yang terbakar", akunya kepada GudegNet sambil memegangi anaknya yang naik pagar untuk menyaksikan pesawat.
Penyebab kecelakaan yang merenggut lebih dari 40 korban meninggal tersebut hingga kini masih diselidiki oleh KNKT dan pihak terkait.



Kirim Komentar