Jika kemarin (08/03) tim forensik yang bertugas mengidentifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat Garuda cenderung optimis dengan hasil yang akan diperoleh hari ini (09/03), siang tadi ketika jumpa pers di gedung Bulat RSUP Dr Sardjito, tim yang juga didampingi oleh antropolog forensik, Prof. Etty Indriati sepertinya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan perihal identifikasi yang masih belum kelar.
Hingga hari ini (09/03), tercatat masih lima jenazah yang belum teridentifikasi. Pada hari Kamis (08/03) kemarin, tim forensik sebenarnya telah menyatakan bahwa lima jenazah yang belum teridentifikasi merupakan warga Australia dan satu orang dari Kaukasoid. Namun ketika ditanya wartawan pada sesi tanya jawab di gedung Bulat RSUP Dr Sardjito siang tadi, baik dr Surya Putra Pidada maupun dr Slamet Purnomo mengelak bahwa lima jenazah yang tersisa adalah warga negara Australia satu orang dari ras kaukasoid.
"Kami tidak akan memberikan pernyataan hingga kami maju ke Board of Reconciliation. Hingga kini kami belum dapat memberikan kepastian bahwa kelima jenazah yang belum dikenali itu merupakan WNA dari Australia. Kami masih menunggu data antemortem dari keluarga korban dari Australia", tukas dr Surya kepada wartawan.
Ketika ditanya tentang andil tim dari Australia berhubungan dengan proses identifikasi, dr Surya menyatakan tim dari RSUP Dr Sardjito dengan dibantu oleh tim DVI dari Jakarta masih dapat menangani proses identifikasi yang hingga masih dilakukan. "Jika sekiranya tim gabungan mengalami kesulitan, kami akan meminta bantuan dari tim Australia", tambahnya.



Kirim Komentar