Pernyataan mengejutkan keluar dari Sri Sultan Hamengku Buwono x pada acara Malam Bhakti Ibu Pertiwi yang diselenggarakan pada hari Sabtu (07/04) di Pagelaran Kraton Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, Raja Yogyakarta yang juga sedang memperingati hari jadi yang ke-61 ini menyatakan tidak akan lagi bersedia menjadi Gubernur DIY pada periode 2008-2013 dan selanjutnya menyerahkan masyarakat Yogyakarta kepada Gubernur DIY yang akan datang.
Keputusan tersebut, menurut Sultan diambil setelah melalui berbagai pertimbangan yang mendalam dengan momohon petunjuk yang Maha Kuasa. "Saya menyatakan tidak bersedia menjabat sebagai Gubernur DIY setelah periode 2008," jelasnya kepada undangan dan beberapa media yang diundang pada perayaan yang sederhana itu.
Seperti pada periode sebelumnya, seharusnya Sultan masih harus mejabat sebagai Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Sultan lengser keprabon dan diganti oleh keturunan raja Mataram berikutnya melalui suksesi kraton Yogyakarta. Hal ini memang menjadi satu ciri khas keistimewaan dari pemerintah pusat yang diberikan kepada Daerah Istimewa Yogyakarta.
Setelah pernyataan tersebut dilontarkan, pendapat pro dan kontra kontan mencuat dari berbagai kalangan menanggapi pernyataan yang nyleneh tersebut khususnya dari para tokoh dan kalangan masyarakat Yogyakarta.



Kirim Komentar