Alunan lagu "New York, New York" mengiringi kesendirian seorang lelaki kelas
menengah yang tengah berada di New York Central Park. Lelaki ini bernama Peter.
Ia sedang asyik membaca komik disebuah bangku taman ketika seorang "nyentrik"
bernama Jerry yang tiba-tiba menghampirinya dengan sebuah pertanyaan. Dengan enteng
Peter menjawab pertanyaan yang dilontarkan Jerry. Hal ini membuat Jerry semakin
menjadi dengan melontarkan pertanyaan demi pertanyaan yang malah membuat Peter
sidikit geram.Adegan tersebut mengawali pertunjukan seri ke-empat Teater Garasi; Laboratory
of Theatre Creations " The Zoo Story" karya Edward Albee yang dipentaskan di Whatever Shop tadi malam (26/04) oleh Theodorus Christanto yang berperan sebagai Jerry dan
Kusen Alipah Hadi sebagai Peter. Disutradarai oleh Gunawan Maryanto, karya ini
bercerita tentang bagaimana manusia memulai dan menjalin sebuah hubungan tidak
hanya dengan orang lain, namun dengan diri kita sendiri, hewan dan lingkungan.
Peran kedua aktor tersebut terbilang sukses merepesantasikan kehidupan pribadi
dua warga New York yang datang dari latang belakang yang sangat berbeda.
Teater yang berdurasi sekitar 60 menit ini berakhir tragis dengan tewasnya Jerry
yang bingung dengan menerjemahkah definisi "hubungan" dalam kehidupan riil sehari-hari.
Lagu "New York New York" yang dipopulerkan oleh Frank Sinatra kembali mengalun
mengakhiri pertunjukan ini.Tema yang cukup absurd ini didukung dengan latar panggung sederhana terbuka yang menggambarkan sebuah
taman di kota New York lengkap dengan hiruk pikuk lalu lalang aktivitas kehidupan
kota. Karya Edward Albee yang dialih bahasakan ke dalam bahasa Indonesia ini memang
sedikit terkesan asing pada beberapa dialognya. Hal ini memang disengaja untuk
benar-benar mendapatkan feel New York yang menjadi setting karya ini.
"Isi dialog memang sengaja kita buat sesuai dengan naskah asli yang telah dialih
bahasakan dan tidak ada proses adaptasi maupun penyesuaian dengan kultur Indonesia.
Kita memang ingin benar-benar mendapatkan nuansa asli New York dalam segala hal",
tutur Reni Karnila Sari pimpinan produksi teater Garasi ketika ditemui GudegNet
usai pertunjukan.
Pertunjukkan yang juga dihadiri oleh raja monolog, Butet Kertaredjasa ini dapat
dikatakan sukses seiring membludaknya penonton yang menghadiri pertunjukan yang
dimulai pada pukul 21.00 WIB malam tadi. Berbagai kalangan dari mahasiswa hingga
pemerhati seni terlihat hadir menyaksikan pertunjukan yang dihadiri ratusan penonton
ini.Teater Garasi didirikan oleh tiga orang alumnus Universitas Gadjah Mada pada
tanggal 4 Desember 1993. Meski berawal dari kampus, komunitas seni ini tidak membatasi
ruang gerak mereka hanya di kampus saja. Berbagai pertunjukan telah mereka selenggarakan
bukan hanya di Yogyakarta tapi juga di luar daerah.



Kirim Komentar