Sejak kita menentukan kapan alarm jam weker itu akan berdering dan lalu membangunkan kita, sejak saat itu pula lah kita mulai memasuki sistem nilai. Nilai-nilai itu terus ada karena kita pertahankan keberadaannya, karena kita memilihnya sebagai ukuran atas tindakan-tindakan kita. Maka kita harus bangun jam 7 pagi, mandi, sarapan, memilih baju yang pantas untuk kerja, jam 9 harus sudah di kantor, hari ini harus mendapatkan 100 ribu, bertemu orang-orang dan lain-lain. Kita harus menempuh risiko untuk nilai-nilai kita pertahankan tersebut. Juga nilai-nilai di luar diri kita, "nilai-nilai bersama" yang kita ukur bersama juga. Kita bertindak karena nilai-nilai yang kita pilih. Nilai-nilai (yang kita pertahankan) dan tindakan-tindakan (yang kita ambil) membawa kita berada di luar Diri kita. Kita asing dengan Diri kita sendiri. Kita ada tapi juga tak ada.
Kegelisahan tersebut yang membawa Jamaluddin Latif memasuki proses "Lelaki itu Mengaku Sebagai Jamal" karya Andri Nur Latif sebagai pementasan monolog yang akan dimainkannya pada tanggal 3-4 Mei 2007 di Lembaga Indonesia Prancis. Mengambil ruang di mana identitas bisa berganti dengan mudahnya karena penampilan, yaitu ruang ganti di pertokoan, Jamal menyodorkan pertanyaan-pertanyaan, pernyataan-pernyataan, kebingungan-kebingunannya atas identitas. Pertanyaan dan kebingungan yang mungkin sama seperti yang kita alami di tengah hiruk-pikuk yang terjadi dalam hidup kita.
Pertunjukan monolog ini adalah bagian dari Seri Solo 9 Aktor Teater Garasi; Laboratory of Theatre Creations, sebuah proyek yang diberadakan dalam usaha menggagas otonomi keaktoran. Dalam mewujudkan pementasan monolog ini, Jamaluddin Latif melibatkan Banjar Tri Andaru sebagai penata cahaya, Ananto "Manteb" Prasetyo untuk menggarap imaji visual, Risky Summerbee sebagai penata suara dibantu oleh Safrudin "Gombloh" Haryanto, Johan didik, M. Qomaruddin dan Nur Kholis "Brekele" sebagai stage manager dan kru.
Jamaluddin Latif adalah aktor senior Teater Garasi. Sebelum menggarap monolog ini, dia terlibat dalam beberapa pementasan antara lain "Prism" di Tokyo, Singapore, Manila, Bangkok, Kuala Lumpur dan Jakarta, "Waktu Batu #3" di Yogya, Jakarta, Singapore, Berlin dan Tokyo, dan "Repertoar Hujan" di Tokyo.
Pertunjukan ini akan digelar pada hari Kamis dan Jumat, 3-4 Mei 2007 di lembaga Indonesia Prancis Yogyakarta pukul 20.00 WIB. Monolog "Lelaki itu Mengaku Sebagai Jamal" ini diproduksi oleh Teater Garasi melalui kerjasama dengan Culturel & Development Programme Kedutaan Belanda dan didukung oleh Mes 56 Stock Photo, Jogja National Museum dan Lembaga Indonesia Prancis.



Kirim Komentar