Setelah melalui proses pencarian yang panjang, akhirnya lahirlah sebuah karya
yang tertuang pada media dua dimensi di mana warna Hitam dan merah menjadi warna
utamanya. Gambar yang terdiri dari tiga huruf yakni F, K dan Y inilah yang kini
dinobatkan sebagai logo FKY 2007.Adalah Haryo Pinandhoro, seniman yang menghasilkan karya ini. Dalam menciptakan
logo tersebut, Haryo berangkat dari makna seni itu sendiri. "Saya berangkat dari
makna seni itu sendiri pada saat ini, bahwa seni kian tidak berdaya dan termuseumkan,
seharusnya tidak demikian. Seni harus dapat memberdayakan dan memelihara hidup,"
tuturnya kepada GudegNet siang tadi.
Sebelum menciptakan logo tersebut, Haryo membuat ilustrasi sebuah perjalanan
yang diberi judul "the journey into the sun" yang kurang lebih berarti Perjalanan
dari ketidakberdayaan seni menjadi memberdayakan. Untuk lebih jelasnya, berikut
adalah kronologis ilustrasi yang mampu menghasilkan logo FKY 2007.
THE SOUVENIR = seni akan mandul bila selalu diperlakukan sebagai souvenir.
CARDBOARD HAS FRAMED ME! = Ternyata seniman banyak terjebak ke dalam pemikirannya masing-masing dan sibuk mencari identitas diri (saya visualkan seniman yang berada di dalam kardus).
CATHARSIS = Harus dilakukan perenungan.
JOURNEY INTO THE SUN = Setelah mendapat pencerahan maka beterbangan menuju matahari dan berkumpul menjadi energi baru yaitu matahari FKY. Konsep dari matahari adalah memelihara hidup dan memberdayakan makhluk hidup.
CARDBOARD HAS FRAMED ME! = Ternyata seniman banyak terjebak ke dalam pemikirannya masing-masing dan sibuk mencari identitas diri (saya visualkan seniman yang berada di dalam kardus).
CATHARSIS = Harus dilakukan perenungan.
JOURNEY INTO THE SUN = Setelah mendapat pencerahan maka beterbangan menuju matahari dan berkumpul menjadi energi baru yaitu matahari FKY. Konsep dari matahari adalah memelihara hidup dan memberdayakan makhluk hidup.
Hal ini, oleh Haryo dimasukkan sebagai esensi event FKY. Manusia-manusia yang
beterbangan tadi akan menjadi matahari baru, beraktifitas, berkarya dan memancarkan
energi FKY baru. Adapun visual dari 3 orang dalam logo yang saya buat adalah ZOOM
IN detail dari matahari FKY yang sedang berkatifitas secara dinamis. Sedangkan
tipografi "festival kesenian yogyakarta" menjadi flame jilatan api yang memancar
dari energi baru tersebut.
Menurut Haryo, seni diibaratkan menjadi dua hal oleh si pemenang yaitu "souvenir" dan "kardus". "Souvenir" yang artinya adalah hasil nyata pemikiran seorang seniman yang menjadi kebanggaan yang dapat diberikan. Namun berakhir sebagai "kardus" pada si penerima karena sebagai "souvenir" yang hanya symbol keindahan di permukaannya dan menjadi "kardus" karena selalu dimanfaatkan sebagai bungkus bukan isi yang rapuh dan mudah dilupakan.
Kualitas dan macam seniman memang beragam. Dari yang kelas seniman jalanan yang
menjajakan karyanya yang murah sampai seniman kelas galeri. Namun mereka tetap
saja masih seperti "kardu". Masih di permukaan dan hanya sebagai bungkus. Karya
murahan tidak terlirik, karya berkelas tidak terjangkau. Apresiasi akan seni menjadi
eksklusif dan rumit.
Sekarang adalah saatnya untuk membaharui stigma itu dengan membiarkan para seniman
mengeluarkan segala isi hati dengan bebas.Dan bukan saatnya lagi seni sebagai
souvenir, klangenan, atau hiburan semata. Tabir seni perlu disibak agar dapat
dijangkau dan tidak lagi ditutup-tutupi.
Bangun, Berdiri, dan Berterbanganlah menuju matahari
Jadi energi baru yang dapat dinikmati sekaligus diberdayakan...
(The Journey To The Sun)
Jadi energi baru yang dapat dinikmati sekaligus diberdayakan...
(The Journey To The Sun)
Klik di sini untuk menuju halaman FKY XIX 2007



Kirim Komentar