JOGJA adalah kota tujuan wisata di Indonesia setelah Bali. Musibah gempa bumi
yang mengguncang JOGJA tanggal 27 Mei 2006 lalu membuat beberapa obyek wisata
kebanggaan di JOGJA mengalami kerusakan. Aktivitas dan kegiatan pariwisata di
JOGJA dan JATENG menjadi lesu setelah kejadian tersebut, ini dikarenakan rusaknya
beberapa obyek wisata sehingga membuat para wisatawan enggan datang hingga beberapa
bulan setelah gempa.
Kini, kondisi kepariwisataan di JOGJA mulai normal kembali. Beberapa indikasi
yang mampu menggambarkan pulihnya kondisi pariwisata Yogyakarta antara lain adalah
stabilnya jumlah penumpang yang datang melalui Bandara Adisucipto, tingkat hunian
hotel-hotel berbintang di Yogyakarta serta tetap datangnya wisatawan lokal dan
wisataman mancanegara ke beberapa obyek wisata di Yogyakarta khususnya pada pada
masa liburan.
Bangkitnya aktivitas kepariwisataan JOGJA merupakan tanggung jawab seluruh insan
pariwisata di JOGJA, sehingga perlu dilakukan upaya-upaya promosi yang gencar
yang merupakan langkah berikutnya untuk menegaskan kepada wisatawan lokal maupun
mancanegara bahwa aktifitas kepariwisataan di JOGJA dan JATENG telah bangkit,
dan JOGJA dan JATENG layak untuk dikunjungi kembali.
Selain itu, faktor keamanan juga merupakan hal yang tak bisa diabaikan dalam
upaya pemulihan kondisi kepariwisataan di JOGJA dan JATENG, yang nantinya untuk
mengembalikan citra dan meyakinkan kepercayaan terhadap wisatawan lokal dan wisatawan
mancanegara.
Dalam rangka mengenang musibah gempa bumi di JOGJA dan JATENG yang terjadi pada
27 Mei 2006 lalu, seluruh insan pariwisata di JOGJA akan menyelenggarakan kegiatan
solidaritas bersama dengan tema: "KEBANGKITAN INSAN PARIWISATA JOGJA - JATENG".
Beberapa pengurus asosiasi pariwisata di JOGJA telah membentuk kepanitiaan untuk
menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan seluruh insan pariwisata di JOGJA dan
JATENG, ini adalah sebagai refleksi kebangkitan pariwisata JOGJA - JATENG pasca
1 tahun gempa 27 Mei 2006.
Beberapa asosiasi pariwisata di DIY akan membentuk kepanitiaan bersama dalam
kegiatan ini antara lain: BAPARDA (Badan Pariwisata Daerah) DIY, KAPUREL (Keluarga
Public Relation) Jogja, PHRI (Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia) DIY, JCJHA (Jogja & Central
Java Hotel Association), MPI (Masyarakat Pariwisata Indonesia) Badan Pimpinan
Propinsi DIY, BP2KY (Badan Promosi Pariwisata Kota Yogya), PT. TWC (Taman Wisata
Candi) Borobudur-Prambanan-RatuBoko dan ASITA DIY.
Kegiatan yang akan dilakukan nantinya adalah dengan memberi souvenir dan merchandise
kepada wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara yang tiba di JOGJA melalui Bandara
Adisutjipto Yogyakarta pada hari Minggu tanggal 27 Mei 2007 mulai dari pukul 09.00
- 15.00 WIB Kegiatan-kegiatan ini sebagai ungkapan simbolisasi bahwa semua insan
pariwisata di JOGJA dan JATENG telah siap menerima kunjungan wisatawan kembali,
dan apa yang dilakukan ini merupakan upaya dalam rangka pemulihan citra kepariwisataan
JOGJA dan JATENG.
Dalam penyampaian souvenir dan merchandise yang dilakukan di Bandara Adisucipto
Yogyakarta nanti, akan melibatkan staf dan karyawan beberapa hotel berbintang
di JOGJA, juga akan ada persembahan seni budaya untuk menyambut kedatangan wisatawan.
Penyampaian souvenir dilakukan pada setiap flight kedatangan di Bandara Adisucipto.
(1 Tahun Gempa Jogja) Back to Jogja




Kirim Komentar