Sebagai daerah tujuan wisata kedua setelah Bali, sektor pariwisata Jogja dapat
dikatakan lumpuh seketika akibat gempa yang membangunkan masyarakat Jogja pagi
itu (27/05/06). Tak terasa satu tahun sudah gempa berkekuatan 5,9 SR itu berlalu.
Gempa memang telah berlalu, namun akibat yang ditimbulkannya hingga kini mungkin
masih dapat dirasakan oleh sebagian masyarakat Kota Gudeg ini.
Pemulihan demi pemulihan pada tiap sektor kehidupan perlahan dilakukan oleh semua
pihak baik pemerintah maupun masyarakat Jogja untuk bangkit dari keterpurukan.
Hingga hari ini (27/05/07), genap satu gempa Jogja berlalu. Masyarakat Jogja telah
mulai bangkit dan menyongsong kehidupan yang lebih baik.
Satu tahun pasca gempa, kondisi kepariwisataan di Jogja mulai normal kembali.
Beberapa indikasi yang mampu menggambarkan pulihnya kondisi pariwisata Yogyakarta
antara lain adalah stabilnya jumlah penumpang yang datang melalui Bandara Adisucipto,
tingkat hunian hotel-hotel berbintang di Yogyakarta serta tetap datangnya wisatawan
lokal dan wisatawan mancanegara ke beberapa obyek wisata di Yogyakarta khususnya
pada pada masa liburan.
Bukti nyata yang tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang
berkunjung ke Jogja pada libur panjang 17 Mei lalu. Meski belum sesuai dengan
harapan semua pihak, meningkatnya kunjungan wisata tersebut dapat dijadikan acuan
untuk lebih optimis di masa yang akan datang, khususnya bersamaan dengan momen
satu tahun Pasca gempa Jogja 27 Mei 2007.
Faktor lain yang mendukung pemulihan pariwisata Jogja adalah faktor keamanan.
Faktor ini sangat berperan dalam pemulihan citra kota Jogja dalam hal pemberian
rasa aman, nyaman terhadapa wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk kembali
berkunjung ke Jogja tanpa ada rasa takut dan was-was akan sesuatu yang akan menimpa
mereka ketika berkunjung ke Jogja.
Gempa telah berlalu, Kota Jogja telah kembali siap menyambut tamu.
(1 Tahun Gempa Jogja) Gempa Telah Berlalu, Jogja Siap Menyambut Tamu




Kirim Komentar