Mengambil
lokasi di jalan Malioboro Yogyakarta, Pawai FKY XIX 2007 yang
diselenggarakan pada hari Sabtu (09/06) dimeriahkan oleh atraksi dari
berbagai komunitas dan subkultur anak muda Yogyakarta. Dengan tema "Be
Yourself", suporter sepak bola di DIY (Brajamusti, Slemania, Paser
Bumi), komunitas waria, capoeira, tilung, cheerlear dan Malem Seton
Mirota mempertunjukkan eksistensi mereka di hadapan masyarakat
Yogyakarta yang menyambutnya dengan dengan antusias di sepanjang jalan
Malioboro. Sesampainya di Monumen Oemoem 1 Maret yang merupakan lokasi
pembukaan pawai, peserta pawai disambut oleh Wakil Gubernur DIY
Pakualam IX yang didampingi oleh direktur
FKY Aji Wartono dan Kepala Dinas Kebudayaan DIY Condroyono. Sebelum
acara dibuka, berbagai tarian penyambutan digelar untuk menyambut para
peserta pawai termasuk pertunjukan pantomim oleh Jemek Supardi.
Dalam sambutannya, Aji Wartono menjelaskan bahwa Pawai FKY kali ini juga memberikan kesempatan bagi kaum muda untuk berekspresi sesuai dengan tema Pawai "Be Yourself", "FKY kali ini juga memberikan kesempatan bagi anak muda Yogyakarta dengan komunitas dan subkultur yang ada untuk berperan serta dan berekspresi di acara ini (FKY)", ungkapnya dalam sambutannya yang diiringi oleh tepukan para peserta pawai. Pakualam IX yang hadir mewakili juga menyampaikan beberapa pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berhalangan hadir.
"FKY diharapkan bukan hanya sebagai ajang untuk pariwisata namun juga sebagai
ajang untuk pelestarian seni budaya DIY di mana dapat memberikan
semangat bagi seniman lokal untuk berkarya agar lebih maksimal. Seni
tradisional dan kontemporer mempunyai peluang yang sama untuk
berkembang", kata Wakil Gubernur DIY Pakualam IX.
FKY kali ini memang berbeda dengan FKY sebeleumnya di mana segala bentuk kesenian di DIY dirangkul untuk berperan serta dalam ajang seni tahunan DIY ini. Diharapkan pada penyelenggaraan FKY berikutnya akan ada hal baru pertunjukan seni yang ditampilkan. Periodisasai dan klasifikasi penyelenggaraan FKY di masa yang akan datang mungkin dapat membantu pelestarian seni dan budaya DIY, "Pada penyelenggaraan yang akan datang, diharapkan adanya pergantian seni yang ditampilkan secara periodik dan terklasifikasi", tambah Pakualam IX.
Pada
kesempatan yang sama, kelompok suporter DIY yang terdiri dari
Brajamusti (PSIM), Slemania (PSS), Paser Bumi (Persiba) menyatakan
yang bertujuan agar sesama supoter DIY damai dan sportif dalam setiap
aksi mereka mendukung klub kesayangan mereka. Deklarasi damai ini
dipandu langsung oleh Direktur Artistik FKY Agung Kurniawan. Usai
deklarasi, perwakilan dari masing-masing suporter mendatangi Sri
Pakualam untuk memohon doa restu sekaligus pembubuhan tanda tangan pada
atribut masing-masing suporter.
Festival Kesenian Yogyakarta merupakan ajang seni lokal untuk mendukung sektor pariwisata DIY serta melestarikan seni dan budaya DIY. Ditampilkannya berbagai seni mancanegara dalam beberapa acaranya diharapkan mampu menjadi wahana transformasi budaya yang mampu memperkaya khasanah seni budaya DIY namun tetap mempertahankan dan melestarikan seni budaya lokal.
Klik di sini untuk menuju halaman FKY XIX 2007



Kirim Komentar