Minggu sore itu (01/07) di area Pasar Seni Festival Kesenian Yogyakarta diselenggarakan kegiatan yang bertajuk Hari Minggu yang Teater. Walaupun masih merupakan kumpulan dari serangkaian agenda acara yang diadakan
di pasar seni ini, kegiatan ini agak berbeda dengan acara-acara yang sebelumnya
telah diadakan.
Dalam kegiatan yang berlangsung dari pukul 16:00 hingga sekitar pukul 20:25 WIB ini secara garis besar terbagi dalam tiga bagian yaitu Story Telling, yang bentuknya adalah ada tiga orang pencerita yang mengambil tempat di tiga titik lokasi dalam area Pasar Seni FKY yaitu Reza dari SMA Kollese De Britto Yogyakarta di Art Cafe FKY, Bagas dari SMA 3 Yogyakarta di area sebelah barat panggung utama FKY, dan Hindra Setya Rini dari Teater Garasi di Stand Lukis FKY.
Reza dan Bagas sendiri merupakan dua orang pelajar SMA yang pernah mengikuti Workshop Story Telling yang diinisiasi oleh Hindra Setya Rini, yang pernah diadakan oleh Teater Garasi dalam rangka Solo Project 9 Aktor pada bulan Maret lalu.
Pada kegiatan yang dilaksanakan dari sekitar pukul 16:00 hingga pukul 18:00 ini,
masing-masing Tukang Cerita itu membagikan cerita-cerita dari kehidupan sehari-hari mereka kepada para pengunjung
yang berminat mendengarkannya. Antusias para pendengar cerita cukup baik, ini
dapat dilihat dari bagaimana terjalinnya interaksi antara si Tukang Cerita dengan
para pendengar dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan, tanggapan-tanggapan, bahkan
sampai ada beberapa pengunjung yang semula hanya menikmati dan mendengarkan cerita,
ikut juga membagikan cerita mereka sendiri pada para penikmat cerita yang lain.
Kegiatan yang dikuratori oleh Gunawan Maryanto ini dilanjutkan pada pukul 19:00 dengan mengadakan "Teater dalam Pikiran Anda" yang memberikan kesempatan pada para pengunjung untuk tampil dan secara spontan menampilkan minat dan bakat ke-teater-annya selama 10 menit di atas panggung utama FKY. Acara ini sendiri dibuka dan diawali dengan pembacaan puisi oleh Gunawan Maryanto sendiri, sebelum kemudian beliau mempersilahkan para pengunjung ikut berpartisipasi.
Selain para pengunjung yang naik ke panggung untuk mengisi acara yang berdurasi
sekitar 60 menit ini, dalam kesempatan tersebut dua orang anggota komunitas Bengkel Pantomim ikut tampil pula mempertunjukkan kemampuan mereka dihadapan para penonton yang
berkerumun di depan panggung utama FKY tersebut.
Sebagai penutup, di sebelah barat panggung dibentangkan layar besar untuk menampilkan
sebuah pementasan yang oleh Erythrina Baskoro dan Adi Marsono, bekerja sama dengan Ifa Irfansah sebagai penulis naskah, dan Fourcolor. Hal yang menarik dalam pementasan ini adalah, tidak seperti teater-teater lain
yang menampilkan pementasannya di panggung "konvensional", pementasan kali ini
dilakukan ditengah keramaian Pasar Seni FKY. Dan yang lebih menarik perhatian
lagi adalah, seluruh pementasan ini langsung direspon oleh beberapa kamera film
dan langsung ditampilkan di layar besar yang dibentangkan di sebelah barat panggung
utama itu.
Walaupun ada sedikit kendala teknis di sana-sini, antara lain microphone yang sesekali tidak berfungsi sehingga suara sang aktor kurang terdengar jelas, juga ada sedikit rasa kurang puas dari penonton yang menonton pertunjukkan tersebut melalui layar besar di panggung utama.
Sebagai penutup, di sebelah barat panggung dibentangkan layar besar untuk menampilkan
sebuah pementasan yang oleh Erythrina Baskoro dan Adi Marsono, bekerja sama dengan Ifa Irfansah sebagai penulis naskah, dan Fourcolor. Hal yang menarik dalam pementasan ini adalah, tidak seperti teater-teater lain
yang menampilkan pementasannya di panggung "konvensional", pementasan kali ini
dilakukan ditengah keramaian Pasar Seni FKY. Dan yang lebih menarik perhatian
lagi adalah, seluruh pementasan ini langsung direspon oleh beberapa kamera film
dan langsung ditampilkan di layar besar yang dibentangkan di sebelah barat panggung
utama itu.
Walaupun ada sedikit kendala teknis di sana-sini, antara lain microphone yang sesekali tidak berfungsi sehingga suara sang aktor kurang terdengar jelas, juga ada sedikit rasa kurang puas dari penonton yang menonton pertunjukkan tersebut melalui layar besar di panggung utama.
Beberapa dari mereka berpikir dan berharap para aktor yang tampil di dalam areal
pasar seni tersebut akan mengakhiri pementasan mereka tepat di pangung utama di
depan para penononton tersebut sehingga para penonton benar-benar merasa terlibat,
dekat dengan para pemeran, dan ikut serta dalam pementasan tersebut. Akan tetapi
nampaknya sampai pertunjukan itu berakhir, harapan para penonton yang berjumlah
sekitar 200 orang lebih tersebut tadi malam tidak terlaksana dalam pertunjukan
yang dimulai sekitar pukul 20:00 WIB tersebut dan berlangsung selama kurang lebih
45 menit.
Terlepas dari hal-hal tersebut kegiatan di Hari Minggu yang Teater ini nampaknya
berhasil paling tidak dalam menggelitik para pengunjung FKY untuk ikut menikmati
teater dalam kemasan yang lebih santai dan interaktif.
Klik di sini untuk menuju halaman FKY XIX 2007



Kirim Komentar