Malam tadi, Selasa (18/07), Galeria Mal Jogja terasa berbeda dari hari biasanya.
Sebuah panggung unik dengan tiga layar besar terpampang di atrium utama lantai
dasar mal. Pengunjung mal yang sedang berbelanja pun dibuat tak berpaling dari
panggung yang pada bagian bawahnya telah terpampang dua kelompok wayang di sisi
kiri dan kanan panggung.
Adalah pertunjukan Wayang Pixel, sebuah sajian seni tradisi FKY-XIX 2007 yang dikemas secara atraktif dengan
sentuhan modern berbasis teknologi yang sekiranya akan berlangsung di panggung
tersebut. Simbol tradisional Wayang yang dijalankan oleh dalang dipadukan dengan
simbol modernisasi video animasi yang dijalankan oleh seniman muda dengan bantuan
piranti komputer menghasilkan sebuah karya seni kontemporer yang unik.
Dimulai pukul 19.30 WIB, pertunjukan dibuka dengan tampilnya sang dalang, Ki Catur Kuncoro yang membawa dua buah gunungan wayang sebagai penanda pertunjukan wayang dimulai.
Lakon wayang malam tadi mengangkat cerita dari sebuah epos besar Ramayana yakni kisah percintaan Rama dan Sinta yang telah menjadi poluper di dunia pewayangan. Dengan iringan tembang macapat, adegan dimulai dengan kisah keinginan Shinta untuk memiliki seekor kijang.
Oleh Rama, permintaan tersebut dikabulkan dengan berangkatnya Rama untuk mencari
kijang. Setelah beberapa saat menanti, Shinta menyuruh adik Rama, Lesmana untuk menyusul Rama. Selagi sendiri, Rahwana berhasil memperdaya Shinta
yang kemudian diculik dan dibawanya ke Alengka. Dari
seekor burung Garuda bernama Jatayu, Rama mengetahui bahwa Shinta diculik oleh Rahwana. Dengan bantuan Raja Kera Hanoman, Rama berhasil membunuh Rahwana dan Hanoman membawa Shinta kembali kepada Rama.
Meski sempat meragukan kesucian Shinta setelah diculik Rahwana, Rama akhirnya
dapat kembali menerima Shinta yang rela mati untuk membuktikan kesuciannya dengan
membakar dirinya hidup-hidup. Shinta yang membakar dirinya hidup-hidup dapat selamat
berkat kebenaran atas kesuciannya.
60 menit berlalu, dan pertunjukan wayang pixel pun berakhir. Beberapa penonton
terlihat puas dengan pertunjukkan yang baru saja mereka saksikan. Dari pengamatan
GudegNet, penonton pertunjukkan wayang pixel berasal dari berbagai kalangan dari
anak muda, dewasa hingga orang tua. Menurut pendapat salah satu dari penonton,
pertunjukan tersebut menarik dan tidak membosankan, "wayangnya menarik dan menyenangkan.
Tidak membosankan. Mungkin karena ada animasi dan penyanyi yang tampil untuk mendukung
pertunjukkan tadi," aku Andi, salah satu penonton yang menyaksikan pertunjukan
Wayang Pixel malam tadi.
Di samping video animasi yang dipadukan dalam pertunjukan, seorang penyanyi juga
ditampilkan pada tengah-tengah pertunjukan dan akhir pertunjukan untuk mendukung
pertunjukan dan memberikan nuansa berbeda pertunjukan wayang yang sedang berlangsung.
Sebuah perpaduan tak lazim yang unik untuk sebuah pertunjukan wayang, namun dapat
memberikan pembelajaran dan hiburan khusunya bagi anak muda sekaligus melestarikan
seni tradisional di antara seni kontemporer dan modern.
Klik di sini untuk menuju halaman FKY XIX 2007



Kirim Komentar