Sebuah pergelaran Retrospeksi Iwan Tirta bertajuk "Tanding Gending" sengaja dibuat sebagai bentuk ke-gerah-an disertai demam. Bukan hanya bagaimana
harus membatik dan berbatik, bukan juga semata karena mengetahui bahwa Batik berusaha
diclaim oleh negara tetangga, namun justru melalui kajian antropologis di mana
kita dapat melihat batik sebagai sebuah filosofi. Bagaimana sebuah proses hingga
mampu menghasilkan selembar kain yang mengandung nilai-nilai yang dipengaruhi
oleh banyak hal termasuk budaya setempat. Bahkan lebih personal bahwa batik dapat
menjadi sebuah identitas bagi siapapun yang memakainya.
Kampanye mendukung karya asli bangsa Indonesia ini akan diselengggarakan dengan
serangkaian kegiatan. Selain sebagai media sosialisasi agar batik dapat semakin
dikenal masyarakat sebagai salah satu karya agung budaya Indonesia, kegiatan ini
juga bertujuan untuk membangun apresiasi publik terhadap seni budaya warisan tradisi
yang hampir punah yang sering kali terabaikan. Sebagai klimaknya adalah keindahan
batik akan dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selaku produser, Gelar bermitra dengan Ikatan Keluarga Besar AFS (IKB-AFS) dan Indonesia Cross Culture Center sepakat untuk menciptakan sebuah langkah awal dengan program program Culture & National yang bertujuan untuk mengajak seluruh masyarkat untuk lebih memberikan apresiasi
dan penghormatan terhadap tradis dan budaya bangsa sendiri.
Memberikan penekanan pada community involvement dengan program yang disesuaikan dengan target audiens yang beragam, panitia
ingin agar program ini memberikan dampak langsung kepada kebutuhan masyarakat.
Dengan merangkul Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada rangkaian program dari Solo hingga Cirebon, panitia mengharapkan
adanya kesepahaman yang mampu menjadi titik tolak kesadaran bersama bahwa UKM
adalah roda penggerak perekonomian pertama masyarakat. Hal ini juga bertujuan
agar UKM mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana meningkatkan kualitas produk
batik tuis untuk pasar ekspor dan kiat memperoleh kredit usaha.
Mengapa Community Involvement ini Penting?
Ketika krisis ekonomi mendera Indonesia, UKM justru menawarkan alternatif jutaan
lapangan pekerjaan di tengah semakin meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia.
Selebihnya, panitia berharap agar penggiat dan pekerja seni batik masyarakat setempat
dapat termotivasi agar mampu mengembangkan potensi daerah secara lebih maksimal
pada khususnya batik terutama pada aspek enterpreneurship. Besarnya harapan terhadap
UKM belum sebanding dengan upaya pembenahan sektor usaha ini di lapangan, misalnya
masih adanya beberapa Pemerintah Daerah yang belum memiliki Dinas Koperasi dan
UKM dalam struktur pemerintahannya.
Pergelaran "Tanding Gending" ini direncanakan akan berlangsung di lima kota besar di Indonesia yakni:
1. Solo, pada tanggal 3 Agustus 2007 pukul 19.30 WIB di Teater Kecil ISI Surakarta, jl. Kentingan, Jebres Solo. Tiket
VIP 1 Rp 100.000,00; VIP 2 Rp 50.000,00.
2. Surabaya, pada tanggal 8 Agustus 2007 pukul 19.30 WIB di Taman Budaya Cak Durasim, jl. Gentengklai no. 85 Surabaya.
Tiket Rp 100.000,00.
3. Yogyakarta, pada tanggal 11 Agustus 2007 pukul 19.30 WIB di Benteng Vredeburg, jl. Malioboro Yogyakarta. Tiket VIP 1
Rp 100.000,00; VIP 2 Rp 50.000,00 (Info pembelian tiket di Jogja hubungi majalah
Gong +62-274-547853, cp Pipin 08122742458).
4. Jakarta, pada tanggal 21-22 Agustus 2007 pukul 20.00 WIB di Graha Bhakti Budaya, jl. Cikini Raya Jakarta Pusat. Tiket
VVIP Rp 250.000,00; VIP 1 Rp 150.000,00; VIP 2 Rp 100.000,00; balkon Rp 75.000,00.
5. Cirebon, pada tanggal 25 Agustus 2007 pukul 19.30 WIB di hotel Prima Cirebon, jl. Raya Siliwangi Cirebon. Tiket Rp
150.000,00.



Kirim Komentar