Banyak kegiatan untuk memeringati HUT kemerdekaan RI ke-62 tahun ini. Pembuatan
gapura jalan, pengecatan pagar, perlombaan khas tujuh-belasan maupun tirakatan
malam tujuh-belasan. Kegiatan tersebut di atas memang telah menjadi agenda rutin
yang telah dilaksanakan tiap tahunnya sejak proklamasi kemerdekaan 1945. Semangat
nasionalisme sebagai wujud syukur dan implementasi pembangunan atas kemerdekaan
Indonesia memang dapat diekspresikan melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan
oleh berbagai elemen masyarakat yang salah satunya adalah kegiatan kegiatan di
atas.
Samagram Event Organizer bekerjasama dengan Yaketunis (Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Islam) menggelar acara "Merapi Blind Trekking 2007". Dengan mengusung tema "Dari Gelap Mataku Akan Aku Berikan Yang Terbaik Untuk Indonesiaku", acara yang cukup sensasional ini menghadirkan 17 tuna netra yang akan mendaki gunung Merapi pada hari Sabtu, 18 Agustus 2007 melalui jalur Kinahrejo. Dari jalur selatan ini, ke-17 tuna netra Yaketunis yang terdiri dari anak-anak,
remaja dan orang dewasa direncanakan akan mulai mendaki pada pukul 06.00 WIB dengan dipandu oleh 15 orang yakni lima orang dari Yaketunis dan 10 orang tim
Samagram.
Kegiatan ini selain untuk memeringati HUT kemerdekaan RI ke-62 juga sebagai momentum
untuk kembali mempromosikan Wisata Merapi khususnya wisata Trekking gunung Merapi
jalur selatan pasca erupsi 2006 lalu. Trekking ini juga merupakan sebuah ajang
untuk meningkatkan kecintaan kita akan lingkungan di mana hal tersebut tidak hanya
dapat dilakukan oleh masyarakat umum non-difabel, namun juga para tunanetra yang
selama ini sering dipandang sebelah mata dalam hal kemampuan fisik.
"Kegiatan trekking ini disamping untuk memeringati HUT kemerdekaan RI ke-62 juga
untuk mempromosikan kembali wisata Trekking gunung Merapi jalur selatan pasca
erupsi 2006 lalu. Bahwa gunung Merapi telah aman untuk didaki bahkan oleh para
tunanetra yang mungkin selama ini sering dipandang sebelah mata dalam hal kemampuan
fisik. Pemberdayaan mental para tunanetra juga diuji dalam ini," ungkap Aris Sukandar,
event manager kegiatan "Merapi Blind Trekking 2007" kepada GudegNet siang tadi.
Dalam prakteknya nanti, kegiatan tersebut diperkirakan akan memakan waktu sekitar
empat jam perjalanan menuju puncak Merapi dari pos II Kinahrejo. Sedangkan untuk
turun, waktu yang dibutuhkan sekitar tiga jam perjalanan. Pendakian akan dibagi
per kelompok dimana setiap kelompok beranggotakan tiga orang yang terdiri dari
peserta dan pembimbing yang akan memandu peserta melewati tiap shelter yang ada.
Pada tiap shelter terdapat flying camp sebagai tempat istirahat dan memeriksa
kondisi peserta sebelum melanjutkan pendakian selanjutnya.
Direncanakan sebelum melakukan pendakian, beberapa acara juga akan digelar digelar
oleh para tunanetra. Acara tersebut diantaranya adalah renungan, pentas seni musik
"Blind Acoustic" dan terapi tawa di Pos II. Rombongan peserta akan dilepas dari
kampus ABA YIPK pada tanggal 17 Agustus pukul 13.00 WIB untuk menuju ke dusun
Kinahrejo.



Kirim Komentar