Dengan tajuk SIMS Art & Music Gathering vol 02, Jogja MediaNet malam tadi
(27/08) menyelenggarakan sebuah acara yang benar-benar mengumpulkan para seniman
dari berbagai genre dan generasi untuk berekspresi dan berdiskusi. Beberapa grup
band Jogja, komunitas Jazz Jogja, grup teatrika musik, Jogja Mural Forum dan grup
Sonoseni ensamble adalah beberapa pendukung acara yang tampil malam tadi.
Disamping pengisi acara dari musisi Jogja tersebut, sebuah buku "500+ Gelombang
Video Porno Indonesia - jangan bugil di depan Kamera" karya Sony Set juga di-launching
ke publik sebagai kampanye anti bugil. Maraknya peredaran video dan gambar porno
di berbagai media khususnya dari handphone dan video amatir melatarbelakangi peluncuran
buku ini. Sekitar 500 video porno tersebut merupakan video asli buatan dalam negri
yang mayoritas dibuat oleh kalangan pelajar dan mahasiswa dan sebagian dari kalangan
dewasa.
"Dari 500 video yang telah beredar di masyarakat, sekitar 90 persen pembuatnya
berasal dari kalangan anak muda yang berasal dari SMP hingga mahasiswa, dan sisanya
dari kalangan dewasa," ungkap Sony pada acara jumpa pers (24/08) di halaman Jogja
MediaNet.
Dengan beredarnya buku yang merupakan tindaklanjut dari kampanye anti bugil ini
diharapkan laju video porno yang beredar diberbagai kalangan dapat diperlambat.
Untuk diketahui, kampanye anti bugil di depan kamera telah dimulai beberapa waktu
yang lalu melalui berbagai media khususnya media blog di internet. "Meski susah
untuk menghentikan fenomena tersebut, semoga dengan buku ini saya dapat menghambat
laju peredaran fenomena video porno", pungkas Sony.



Kirim Komentar