Festival Film Dokumenter (FFD) Yogyakarta pertama kali diadakan pada tahun 2002, dan semenjak itu hingga tahun 2006, terdapat paling tidak 221 buah film dokumenter yang berkompetisi di sini.
Dari sisi kuantitas, mungkin ini cukup menggembirakan mengingat jumlah film yang berkompetisi hampir selalu meningkat setiap tahunnya. Akan tetapi dari sisi kualitas, ada beberapa catatan dewan juri yang patut dipertimbangkan berkenaan dengan peningkatan kualitas film dokumenter Indonesia.
Catatan-catatan dari para dewan juri yang patut diperhatiakan tersebut antara lain: Pertama, film dokumenter yang masuk di FFD masih terbatas pada isu yang bersifat umum, antara lain kehidupan masyarakat bawah. Padahal ada banyak isu lain yang bisa digali selain tentang kehidupan sosial pinggiran ini.
Kedua, narasi sebagai salah satu unsur utama film dokumenter belum bisa optimal. Ini terlihat dari struktur narasi dari film peserta kompetisi yang masih lemah dan kurang memiliki kepaduan sebagai karya film dokumenter. Yang ketiga, perspektif untuk melihat isu yang digarap masih sangat terbatas, terutama karena kurangnya riset dan penggalian data. Catatan yang lain adalah political standing filmmaker yang lemah serta eksplorasi film yang kurang maksimal.
Namun terlepas dari itu semua, beberapa film peserta kompetisi layak mendapat apresiasi positif secara khusus, ada film peserta yang sudah bisa berfungsi sebagai film advokasi yang cukup berharga dalam memaparkan pemasalahan sosial. Perspektif personal filmmaker yang muncul pun sudah membedakannya dengan jenis dokumenter yang ada di media umum sekarang ini.
FFD ini sendiri sebenarnya merupakan sebuah festival independen yang diharapkan menjadi alternatif positif bagi kemajuan film dokumenter Indonesia. Ditangani oleh sebuah komunitas yang berisikan anak-anak muda yang menyadari film dokumenter bisa menjadi media pembelajaran bagi masyarakat, festival ini bertujuan untuk menggali potensi karya-karya dokumenter anak bangsa.
Dengan mengangkat isu lingkungan, kehidupan dan lingkungan, diharapkan film dokumenter FFD bisa menciptakan proses pembelajaran sosial dan kultural baik bagi para kreator maupun penonton.
Kegiatan yang rencananya akan diadakan pada tanggal 10-15 Desember 2007 ini dibagi dalam dua kategori, untuk pemula dan umum. Serta menyediakan empat kategori pemenang, yaitu Film Terbaik Kategori Pemula, Film Terbaik Kategori Umum, Film Favorit Juri Komunal, dan penghargaan khusus untuk Film di Bidang Multikulturalisme, Lingkungan, dan lain-lain.
Selain itu, bagi 10 finalis dari masing-masing kategori kompetisi berhak ikut serta dalam program Master Class, sebuah workshop yang diisi oleh beberapa pakar film dokumenter internasional yang akan mengupas segala hal tentang film dokumenter, dari tahap praproduksi, produksi, sampai pascaproduksi, baik dari segi teknis maupun filosofis.
Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa piala, piagam penghargaan, dan uang tunai. Pendaftaran peserta dan keseluruhan kegiatan FFD terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya, dengan batas akhir penerimaan karya 31 Oktober 2007.
Syarat-syarat kompetisi, formulir dan keterangan selengkapnya: www.komunitas-dokumenter.org atau festivalfilmdokumenter.blogspot.com.
Info selengkapnya:
Ffd2007
Komunitas Dokumenter
Jalan Sajiono 15 Yogyakarta
Telp: +62-274-7102672
Email: ffdnews@yahoo.com



Kirim Komentar