Kamis sore (27/09), Masjid Gede Kauman Yogyakarta terlihat lain dari biasanya.
Sejak siang hari selepas waktu sholat Ashar, di masjid tertua di DI Yogyakarta
ini telah terlihat beberapa aktivitas dari panitia bulan Ramadhan 1428 H. Beberapa
dari mereka sedang mempersiapkan kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan
setiap hari pada tiap bulan Ramadhan dan tentunya adalah melakukan ibadah sholat.
Tak hanya orang tua, para pemuda yang merupakan panitia juga nampak terlihat bahu-membahu
mempersiapkan segala sesuatunya untuk persiapan kegiatan setahun sekali ini.
Pada bulan Ramadhan, masjid yang dibangun oleh arsitek bernama K. Wiryokusumo
ini setiap harinya memang ramai dikunjungi oleh masyarakat baik masyarakat Yogyakarta
sendiri maupun dari daerah lain yang sekadar ingin melaksanakan ibadah di masjid
yang terletak di sebelah barat Alun- Alun Utara Kota Yogyakarta ini.
Karena praktis hanya dipergunakan secara intensif pada bulan Ramadhan saja, sebagian
lantai bangunan masjid ini menjadi kurang bersih. Meski tidak kelihatan dengan
mata, bekas hitam pada telapak kaki adalah bukti adanya debu yang masih tersisa
di beberapa lantai masjid khususnya lantai bagian luar. Seharusnya, sebagai Masjid
Raya Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, masjid Gede haruslah dipelihara dengan
baik agar terjaga kebersihan dan keindahannya sebagai salah satu peninggalan bersejarah
kerajaan Mataram.
Pada bulan Ramadhan ini, moment berkumpulnya banyak orang yang melaksanakan ibadah
di masjid Gede juga dimanfaatkan oleh puluhan pengemis yang mengharapakan belas
kasihan orang lain dalam bentuk uang. Satu sisi, di bulan yang oleh umat muslim
disebut dengan bulan penuh berkah ini diharapkan menjadi bulan melakukan berbagai
macam ibadah termasuk memberi kepada yang membutuhkan. Namun, di sisi lain pemandangan
para pengemis yang berjejer di gerbang masjid Gede menjadi pemandangan yang pastinya
juga kurang berkenan bagi pengunjung yang hendak beribadah di masjid Gede.
Masjid Gede Kauman di Bulan Ramadhan




Kirim Komentar