Di
bulan suci Ramadhan ini, setiap orang diharapkan dapat mempererat tali
silaturahmi dengan sesama umat manusia. Sebagai insan pariwisata Jogja
yang terlibat langsung dengan kegiatan pariwisata di Yogyakarta,
hendaklah semua pihak tetap menjaga komunikasi yang baik antar
masing-masing pihak seperti hotel, tukang andong, tukang becak dll. Hal
tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Drs. H. Haryadi
Suyuti dalam sambutannya di acara "Buka Puasa Bersama Insan Pariwisata
Jogja" di Monumen Serangan Oemeom 1 Maret Yogyakarta Senin (01/10).
"Dalam kesempatan yang baik ini, di bulan suci Ramadhan, adalah waktu
yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama umat
khususnya insan pariwisata Jogja. Hal ini dalam hubungannya dengan
persiapan kunjungan wisata yang akan terjadi pada masa mudik dan
setelahnya, "sambut Drs. H. Haryadi Suyuti kepada undangan yang hadir
sore kemarin (01/10).
Acara yang diprakarsai oleh Keluarga Publik Relation (Kapurel) Jogja
bekerja sama dengan Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY)
dan Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia
(DPD PHRI) DIY ini sengaja diselenggarakan untuk mengantisipasi peak
season yang akan terjadi pada waktu mendatang yakni pada waktu mudik
lebaran.
Acara
yang diikuti oleh sekitar 300 orang yang terdiri dari tukang andong dan
tukang becak di Jogja ini dihadiri oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Drs.
H. Haryadi; ketua Keluarga Publik Relation (Kapurel) Jogja, Deddy
Pranowo Eryono; ketua Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta
(BP2KY) Ferry Astono; Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Condroyono; Direktur
PT Taman Wisata candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Guntur Purnomo
Adi; dan Kepala Badan Pariwisata Daerah (Baparda) DIY, Tasbir.
Dalam bincang-bincang yang dipandu oleh Tasbir dan Ferry yang mewakili
insan pariwisata Jogja, ada satu hal yang perlu diperhatikan oleh pihak
yang terlibat langsung dengan wisatawan Jogja yang dalam hal ini adalah
tukan andong/becak di Jogja. Para tukang becak/andong hendaklah
melayani wisatawan dengan baik, memberikan informasi yang benar baik
infomasi tempat maupun tarif.
"Saya himbau agar lebaran nanti tukang becak/andong memberikan
pelayanan terbaik kepada wisatawan. Jangan sampai memberikan tarif yang
tidak masuk akal (terlalu tinggi,red). Para tukang becak/andong juga
harus memberikan informasi yang benar yang dibutuhkan oleh wisatawan,
"pinta Tasbir kepada tukang becak/andong yang turut dalam acara itu.
Selain diisi dengan acara bincang-bincang antara tukang becak/andong
dengan para insan pariwista Jogja, acara yang dimulai pada pukul 16.00
WIB ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan grup nasyid serta
pembagian door-price bagi peserta yang hadir. Setelah waktu buka puasa
tiba, para undangan yang terdiri dari seluruh insan pariwisata serta
tukang becak/andong dipersilakan untuk menikmati hidangan buka puasa
yang telah disediakan oleh panitia.
Insan Pariwisata Jogja Siap Sambut Lebaran




Kirim Komentar