Dalam sambutannya membuka pameran Yogyakomtek pagi tadi (03/11), Dirjen Aplikasi
Telematika, Ir. Cahyana Ahmadjayadi merasa bangga dan senang terhadap pelaksanaan
pameran yang telah menciptakan dua MURI tersebut, di samping kebanggaanya terhadap
Yogyakarta yang mampu mensinergikan antara tradisi dan teknologi. Menurutnya,
teknologi harus terus diikuti tanpa meninggalkan tradisi yang merupakan jati diri.
"Saya merasa senang dan bangga akan Yogyakomtek yang telah mencetak dua rekor
MURI sekaligus, namun juga tetap melestarikan tradisi dan budaya asli lewat penciptaan
eksterior Stasiun Tugu Yogyakartas," kata Cahyana dalam sambutannya.
Banyaknya pameran Iptek di Yogyakarta mau tidak mau akan memengaruhi tradisi
yang telah berada di Yogyakarta itu sendiri. Kegiatan pameran tersebut seharusnya
tidak hanya mampu memberikan teknology knowledge bagi masyarakat saja namun juga
harus mampu melestarikan tradisi mereka yang telah ada sejak dulu.
"Selain menjadikan masyarakat "techie" (peka teknologi, red), Yogyakomtek juga
berusaha mendekatkan kembali tradisi dan budaya kepada masyarakat dengan diciptakannya
replika eksterior Stasiun Tugu yang merupakan salah satu ikon budaya Yogyakarta
di pameran ini," ungkap ketua panitia Yogyakomtek, Budi Setiawan kepada GudegNet.



Kirim Komentar