Keterbatasan sumber daya Iptek, belum berkembangnya budaya Iptek dan rendahnya
aktifitas Iptek yang terkait dengan kebutuhan nyata merupakan beberapa faktor
utama yang dalam pembangunan Iptek di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi
Informasi Kementrian Riset dan Teknologi, Kemal Prihatman dalam presentasinya
di acara Indonesia Linux Conference 2007 siang tadi (19/11) di Auditorium Magister Management UGM Yogyakarta.
"Masalah utama seperti keterbatasan sumber daya Iptek, rendahnya budaya Iptek
dan aktifitas Iptek yang terkait dengan kebutuhan nyata merupakan hal utama yang
menjadi masalah dalam pembagunan Iptek di Indonesia," papar Kemal Prihatman.
Meski hal tersebut tidak begitu saja dapat diatasi dengan mudah, namun usaha
pemerintah dengan strategi dan kebijakan mengatasi masalah pembangunan Iptek dalam
visi dan misi Iptek 2025 serta pencanangan Indonesia, Go Open Source (IGOS) diharapkan mampu menjadi awal yang baik dalam mengatasi masalah tersebut.
Pemerintah, melalui Kementrian Ristek dan KomInfo juga akan mendukung siapa saja
khususnya komunitas Open Source dalam mengembangkan aplikasi berbasis Open Source atau Open Source Software (OSS).
"Pemerintah, dalam hal ini melalui Kementrian Ristek dan KomInfo akan serta merta
mendukung komunitas Open Source yang akan mengembangkan aplikasi berbasis Open Source atau Open Source Software (OSS). Dalam pelaksanaanya, mungkin dapat berupa sosialisasi, pelatihan dan insentif
bagi mereka. Namun hal ini membutuhkan peran aktif masyarakat serta komunitas
Open Source seperti itu sendiri," jelas Kemal.
Aplikasi berbasis Open Source atau Open Source Software (OSS), akhir-akhir ini semakin santer terdengar sejak dicanangkan secara resmi oleh
pemerintah pada tahun 2004. Aplikasi gratis ini, meski belum dapat dikatakan sebanding
dengan aplikasi komersial yang ada saat ini dalam hal kualitas, namun perkembangannya
akan terus diikuti seiring dengan pengetahuan masyarakat tentang Open Source serta keuntungannya.



Kirim Komentar