Perkembangan komunitas dokumenter di Indonesia khususnya di Jogjakarta akhir-akhir
ini semakin pesat. Untuk memberikan ruang alternatif bagi para komunitas dokumenter,
maka diselenggarakan Festival Film Dokumenter (FFD) 2007 sebagai wahana bagi komunitas dokumenter untuk mampu memproduksi film yang nantinya
dapat disosilisasikan kepada masyarakat.
"Festival Film Dokumenter 2007 ini diselenggarakaran untuk memberikan ruang alternatif
bagi para komunitas dokumenter untuk mampu memproduksi film yang nantinya dapat
disosilisasikan kepada masyarakat," jelas Gunawan BS, Koordinator Festival Film
Dokumenter dalam acara jumpa pers Jumat (07/12) di Kinoki.
Program kompetisi Film Dokumenter Indonesia FFD 2007 diikuti 58 film, dari seluruh
wilayah Indonesia, antara lain: Banda Aceh, Medan, Dumai, Padang, Banten, Jakarta,
Bandung, Purwokerto, Cilacap, Banjarnegara, Yogyakarta, Magelang, Surabaya, Probolinggo,
dan Denpasar.
Setelah melewati tahap penjurian madya, terpilih film-film finalis sebagai berikut:
Kategori Pemula: Anakku Bukan Penjarah (Jakarta), Bumi Khayalan (Purbalingga),
Di Antara Lamunan dan Gerbong (Jakarta), Paggoyang Caddia (Makassar), Share the
World (Yogyakarta), Songo Sewu Sonosewu (Yogyakarta), dan Kategori Umum: Jakarta
Beda (Jakarta), Laut yang Tenggelam (Bandung), No Clear! (Yogyakarta), Restoran
Indonesia (Jakarta), Serpihan Hati (Yogyakarta), Suaktimah (Banda Aceh), dan Water
from Heaven (Jakarta).
Ke-13 Film tersebut mempunyai tema berbeda, di mana masing-masing film mempunyai
keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh film lain.
Dengan film tersebut, diharapkan para pembuat film dokumenter Indonesia dapat
membuat film yang mampu mencerminkan keadaan sosial di Indonesia dengan berbagai
masalah yang ada di dalamnya.
"Diharapkan dengan film dokumenter tersebut, para pembuat film dokumenter Indonesia
dapat membuat film yang mampu mencerminkan keadaan sosial di Indonesia dengan
berbagai masalah yang ada di dalamnya," papar Direktur Festival Film Dokumenter
Dwi Sujanti Nugraheni.
Festival Film Dokumenter 2007 akan diselenggarakan secara gratis pada 10 - 15 November 2007 di tiga tempat di Yogyakarta yakni Auditorium Lembaga Indonesia Prancis (LIP), Kinoki dan Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Direncanakan, festival yang telah diselenggarakan sebanyak enam kali ini akan
dibuka oleh Atase Kebudayaan Kanada Weldon Epp pada hari Senin, 10 November
2007 pukul 19.00 WIB di Museum Benteng Vredeburg ruang F.
Film Dokumenter Sebagai Cermin Sosial




Kirim Komentar