Pasca pembongkaran konblok Pedagang Kaki Lima (PKL) Kolombo, para pedagang berkesempatan
berdialog dengan Asisten Sekretaris Daerah (Asekda) 2 Sleman siang kemarin (12/12).
Dalam dialog tersebut, pedagang PKL Kolombo ditawari relokasi tempat yang kini
dihuni oleh pedagang rak kayu yang terletak di sebelah barat lokasi mereka berjualan
yang masih berada di Jalan Kolombo.
"Setelah berdialog dengan Asisten Sekretaris Daerah (Asekda) II Sleman, kami
ditawari untuk berdagang di sekitar lokasi pedagang rak kayu di sebelah barat,"
jelas Koordinasi Persatuan PKL Samirono Kaisan Prabowo kepada GudegNet Rabu siang
(12/12).
Meski pada prinsipnya masih tetap pada pendirian para pedagang yakni menolak
untuk direlokasi, Kaisan akan mendiskusikan terlebih dahulu tawaran ini dengan
pedagang yang lain. Kemungkinan pada hari Sabtu esok (15/12), mereka baru akan
mengambil keputusan bersama perihal ditolak atau diterimanya tawaran Pemkab Sleman
tersebut.
"Kami tetap meminta untuk tetap berjualan di Jalan Kolombo, tapi berhubung Pemkab
telah memberikan tawaran untuk berjualan di sekitar pedagang rak kayu, kami akan
membicarakan terlebih dahulu tawaran tersebut dengan teman-teman kami. Kemungkinan
besok hari Sabtu (15/12) kami akan mengambil keputusan menerima atau menolak tawaran
tersebut," tambahnya.
Sebagai informasi, para PKL tersebut telah berjualan di Jalan Kolombo selama
sekitar empat tahun. Sejak pertama berjualan, tak ada larangan bahkan peringatan dari Pemkab Sleman untuk mereka berjualan di depan RS Panti
Rapih dan di depan GOR UNY. Baru setelah empat tahun kemudian, seiring berkembangnya
usaha mereka dan semakin banyaknya pedagang yang menggelar dagangan, Pemkab Sleman
berencana untuk membangun taman di sekitar area mereka berdagang yang secara tidak
langsung dapat mengganggu aktivitas berdagang mereka bahkan memaksa mereka untuk
menutup kios dagangan mereka.



Kirim Komentar