Setelah enam hari diselenggarakan sejak 10 Desember 2007, Festival Film Dokumenter
2007 Sabtu malam (15/12) akhirnya ditutup dengan penganugerahan film dokumenter
terbaik yang dibagi menjadi empat kategori yakni Kategori Pemula, Film Favorit, Film Penghargaan Khusus dan Film Terbaik Kategori Umum.
Untuk Kategori Pemula, juri yang terdiri dari Budi Irawanto, M Zamzam Fauzannafi,
dan Seno Joko Suyono memilih film "Anakku Bukan Penjarah" yang disutradarai oleh Zainal Abidin dari Jakarta sebagai film dokumenter terbaik
untuk Kategori Pemula di Festival Film Dokumenter 2007.
Untuk kategori Film Favorit diraih oleh film "Water From Heaven" yang disutradarai oleh Wawan Sumarmo dari Jakarta. Kategori ini dinilai oleh
juri komunal yang terdiri dari 40 siswa SLTA dari 7 sekolah di Yogyakarta.
Pada kategori Penghargaan Khusus, dewan juri menetapkan film "Jakarta Beda" yang disutradarai oleh Sakti Parantean sebagai film terbaik kategoti khusus.
Sedangkan untuk film terbaik Kategori Umum, juri final Kategori Umum yang terdiri
dari P.M Laksono, J.B Kristanto, Seno Gumira Ajidarma, dan Alain Compost memutuskan
film "Restaurant Indonesia" karya sutradara Dhani Agustinus sebagai film terbaik Kategori Umum dalam Festival
Film Dokumenter 2007.
Festival Film Dokumenter 2007 kali ini mendapatkan banyak masukan dari dewan
juri. Secara umum film yang berkompetisi mengalami penurunan dalam hal kualitas
dan menjawab kritik dan evaluasi juri dari tahun sebelumnya. Film-film tersebut
belum tuntas mengatasi persoalan elementer dalam penciptaan film dokumenter dari
kurangnya riset, ekplorasi, fokus hingga teknik penggarapan. Proses belajar dan
penciptaan
juga dinilai kurang oleh dewan juri.
Meski masih banyak kekurangan kekurangan seperti di atas, film "Restaurant Indonesia"
secara umum dianggap memiliki standar yang lebih baik dari segi teknik, tidak
kontroversial, serta memiliki isi cerita yang unik yang tidak dimiliki oleh film
lain.
" Secara umum, film "Restaurant Indonesia" memiliki standar yang lebih baik dari
segi teknik, tidak kontroversial, serta memiliki isi cerita yang unik yang tidak
dimiliki oleh film lain," ungkap PM. Laksono kepada GudegNet usai penutupan
Festival Film Dokumenter 2007 Sabtu (15/12) di Benteng Vredeburg.



Kirim Komentar