Kebudayaan adalah berkah. Demikian judul tulisan dari Romo Sindhunata pada katalog pameran foto-foto kebudayaan dan kesenian karya Wawan H. Prabowo, yang dibuka pada Jumat malam kemarin (14/12) di Bentara Budaya Yogyakarta.
Dalam sambutannya tersebut, Romo Sindhu mengungkapkan sebuah pemikiran bahwasanya
kebudayaan itu adalah sebuah berkah. Dan karena merupakan berkah, maka itu dapat
dipastikan bahwa bukan buatan manusia, akan tetapi anugerah yang diberikan oleh
sebuah kekuatan di luar manusia. Oleh karenanya menolak kebudayaan, sama saja
dengan menolak berkah yang amat dibutuhkan manusia tersebut.
Pameran yang diberi tajuk Sasana Etnika ini merupakan rekaman lensa hasil karya Wawan dari kurun waktu awal 2006 hingga
tahun 2007.
Memang, tema-tema kesenian dan kebudayaan dalam artian luas, sangat kental "dituturkan"
melalui empat puluh karya yang dipamerkan oleh wartawan harian Kompas ini.
Untuk foto-foto yang kental dengan unsur kesenian, dapat kita lihat antara lain
pada karya-karyanya yang berjudul Malam Begawan, Besar Widodo and Dancers, serta Maestro Gending Jawa.
Sedangkan foto-foto yang cukup erat kaitannya dengan kebudayaan dalam arti yang
luas, dapat dilihat pada Sambut Hari Fitri, Jawaban Sultan, Gairah Malam, serta Kenduri Penambang Pasir Merapi.
Namun, karya-karya tersebut baru sebagian kecil dari keseluruhan karya yang dipamerkan
oleh Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta
(UNS) ini. Masih
banyak jajaran karyanya yang dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta, Jl. Suroto No. 2 Kotabaru, mulai tanggal 14 hingga 22 Desember 2007.
Pameran Fotografi: Sasana Etnika




Kirim Komentar