Sepanjang siang hari tadi (19/12), Kota Jogja tak jauh dari naungan mendung gelap.
Bahkan hujan mulai turun hingga sore hari. Di sebuah jalan di Kota Gudeg, lelaki
separuh baya sedang menikmati santap siangnya ketika GudegNet berkesempatan menyapanya. Narto (39 thn), seorang lelaki asal Wonogiri, sejak hari ini (19/12) mulai mencari rejeki dengan menjual pernak-pernik khas perayaan Tahun Baru yakni topi dan terompet kertas. Meski terlihat terlalu dini, mengingat perayaan tahun baru masih 12 hari lagi dari sekarang, penjual yang mangkal di Jalan Kusumanegara (depan Puro Pakualaman) ini mengaku sengaja berjualan lebih awal dengan harapan terompetnya juga akan dibeli oleh orang yang akan merayakan Hari Raya Idul Adha besok (20/12).
"Saya sudah mulai jualan karena harapannya dagangan saya juga akan dibeli orang di Hari Raya Idul Adha besok. Kalau tahun lalu biasanya mulai berjualan setelah tanggal 20-an Desember," kata Narto kepada GudegNet siang tadi (19/12) di depan Puro Pakualaman.
Barang dagangan Narto dijual dengan harga berkisar Rp 2.000,00 - Rp 15.000,00. Untuk topi kertas, Narto menjual seharga Rp 2.000.00; untuk terompet kecil biasa dijual seharga Rp 5.000,00 - Rp 15.000,00 untuk terompet melengkung.
"Barang dagangan ini saya jual dari Rp 2.000,00 - Rp 15.000,00. Untuk topi kertas, Narto menjual seharga Rp 2.000.00; untuk terompet kecil biasa dijual seharga Rp 5.000,00 - Rp 15.000,00 untuk terompet melengkung," jelas Narto.
Setiap harinya, pedagang yang terpaksa menginap di pendopo Puro Pakualaman ini mulai menggelar dagangannya pada pukul 09.00 - 21.00 WIB. Rencananya, Narto akan terus berjualan hingga malam Tahun Baru nanti.
Mengingat tahun lalu barang dagangan Narto dapat terjual habis dan mampu memperoleh keuntungan dari hasil jerih payahnya dari Wonogiri hingga ke Jogja, untuk tahun ini, Narto juga mempunyai harapan yang sama agar barang dagangannya dapat terjual habis dan mendapatkan keuntungan yang layak untuk dibawa pulang.



Kirim Komentar