Jogja Biennale IX-2007 kali ini memilih tema "Neo-Nation" dengan harapan memberikan
kesempatan bagi perupa dari seluruh tanah air maupun dari luar negri untuk mengekspresikan
diri melalui carapandang mereka terhadap ke-Indonesiannya melalui karya seni yang
mereka ciptakan.
Di samping sebagai alat atau tempat
berekspresi bagi seniman, pameran seni visual ini seharusnya juga mampu menjadi
ajang untuk mengembangkan
diri bagi para seniman yang terlibat di hajatan besar seni dua tahunan ini.
"Jogja Biennale seharusnya tidak hanya mampu menjadi alat atau tempat untuk berekspresi
bagi seniman saja, namun harus juga mampu menjadi ajang untuk mengembangkan individu
dari seniman yang terlibat," kata Sultan dalam acara Press Tour ke tiga lokasi
diselenggarakannya Jogja Biennale IX-2007 yakni Taman Budaya Yogyakarta (TBY)
Jogja National Museum (JNM) dan Sangring Art Space Kamis (17/01).
Dalam acara tur santai sore tadi (17/01), Sultan yang didampingi oleh
Kepada
Dinas Kebudayaan Condroyono dan kurator Jogja Biennale IX-2007 Suwarno Wisetrotomo,
Kuss Indarto dan Sujud Dartanto berkesempatan melihat lebih dekat karya-karya
seniman yang ditampilkan dalam pameran Jogja Biennale.
Menurut Sultan, dari karya yang ada di Jogja Biennale IX-2007 ini akan terjadi
komunikasi antara seniman dengan masyarakat melalui produk yang dihasilkan, karena
menurutnya berkomunikasi itu tidak hanya secara verbal atau lewat berbicara saja.
"Melalui karya yang ada di Jogja Biennale IX-2007 ini akan terjadi komunikasi
antara seniman dengan masyarakat melalui produk yang dihasilkan, karena berkomunikasi
itu tidak hanya secara verbal atau lewat berbicara saja," tambahnya.
Ditekankan oleh Sultan, meski tidaklah gampang, para seniman khususnya yang mengikuti
pameran Jogja Biennale IX-2007 agar mampu lebih matang dalam menciptakan karya
seni sehingga karya tersebut semakin berkualitas hingga mampu menghasilkan sebuah
masterpiece.
"Yang sering dilupakan para seniman adalah bagaimana mereka mampu lebih matang
dalam menciptakan karya seni agar nilai yang diekpresikan semakin kualitatif dan
mampu
menjadi sebuah masterpiece," pesannya.
Sore tadi, dengan menggunakan sebuah bus pariwisata bersama dengan panitia pameran dan wartawan, Sultan melakukan kunjungan selama dua jam ke tiga lokasi pameran yakni Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Sangring Art Space dan Jogja National Museum (JNM) tanpa kawalan polisi dan protokoler.
Pameran yang diikuti oleh 164 seniman dari Indonesia dan beberapa dari luar negri ini berlangsung di tiga tempat yakni Taman Budaya Yogyakarta (TBY) Jogja National Museum (JNM) dan Sangring Art Space hingga 28 Januari 2008.



Kirim Komentar