Kenaikan harga BBM sebesar 28,7% yang resmi diumumkan oleh pemerintah pada 24 Mei 2008 tak henti-hentinya ditentang oleh mahasiswa Yogyakarta dengan aksi turun ke jalan untuk memprotes kebijakan pemerintah tersebut.Tidak puas dengan sejumlah aksi yang selama ini tidak ditanggapi pemerintah, Selasa (27/05) ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Jogjakarta (ABJ) melakukan aksi long march dan tabur bunga di atas tiga buah replika mayat sebagai protes terhadap Presiden SBY yang dianggap tidak berhasil mensejahterakan rakyat Indonesia.
"Kami melakukan aksi longmarch dan tabur bunga jenazah sebagai tanda keprihatinan mahasiswa terhadap hati nurani SBY-JK yang sudah mati" kata Heny yang menjadi koordinator aksi.
Aksi long march yang diawali dari kampus UST ini menyusuri sepanjang jalan Kusumanegara menuju Jalan P. Senopati (Kantor Bank Indonesia). Dalam aksinya, para demonstran sempat berhenti di SPBU Semaki dan SPBU Sultan Agung untuk berorasi dan menabur bunga membacakan tahlil bagi ketiga mayat yang digeletakkannya di tengah jalan.
Para demonstran memberikan tuntutan untuk menolak kenaikan BBM, Turunkan harga sembako, nasionalisasi aset, tolak RUU BHP, pendidikan murah untuk rakyat, hapus hutang negara, lapangan kerja untuk rakyat, tegaskan supremasi hukum, sita aset pejabat korup untuk mensejahterakan rakyat, tolak Bantuan Langsung Tunai, dan cabut UU yang tidak berpihak pada rakyat.Hingga berita ini diturunkan, aksi mahasiswa yang menuntut untuk masuk ke dalam gedung Bank Indonesia masih terjadi. Rencananya para demonstran akan bermalam jika tuntutan mereka untuk masuk ke Kantor Bank Indonesia tidak dikabulkan.



Kirim Komentar