Fakultas Seni Rupa (FSR) Insitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta akan menyelenggarakan pameran seni rupa Dies Natalis FSR ISI yang ke XXIV pada 23-29 Oktober 2008 di Galeri ISI Yogyakarta, Jl.Parangtritis Km 6,5 pada 23 Oktober 2008.
Acara yang merupakan kegiatan tradisi berkala ini akan menampilkan prestasi artistik dan pencapaian estetik karya-karya mahasiswa FSR yang terdiri dari Jurusan Seni Murni, Jurusan Kriya Seni dan Jurusan Desain yang merupakan akumulasi dari seluruh karya-karya terbaru ajaran 2007-2008, ditambah karya-karya mahasiswa yang telah tamat menyelesaikan karya Tugas Akhir S-1 mereka.
Pameran yang kali ini mengangkat tema "Menapak Aras Citra Kreatif Perguruan Tinggi Seni dalam Global Society" ini merupakan tema untuk menanggapi peran dan kedudukan perguruan tinggi seni dalam menyikapi perubahan dan perkembangan global dimana kreativitas menjadi jantung dari dinamika kebudayaan dalam masyarakat.
"Pameran ini merupakan respon atas peran dan kedudukan perguruan tinggi seni dalam menyikapi perubahan dan perkembangan global dimana kreativitas menjadi jantung dari dinamika kebudayaan," kata dekan FSR ISI Yogyakarta, M. Agus Burhan yang sekaligus sebagai penanggung jawab pameran di Yogyakarta (18/10).
Menurut Agus Burhan, pameran ini merupakan kebanggaan bagi FSR ISI karena dapat menampilkan karya-karya seleksi mahasiswa ini dalam tajuk "The Emerging of Artist". Dengan pameran ini, mahasiswa FSR ISI mendapatkan media untuk mengkomunikasikan hasil pendidikannya dalam satu tahun terakhir, sekaligus memunculkan seniman-seniman baru.
"Melalui pameran ini dapat kita saksikan hasil-hasil karya mahasiswa yang mencerminkan sebagian dari upaya tujuan pendidikan. Karya yang terpilih tim seleksi dan sekaligus memunculkan penghargaan karya-karya terbaik, menunjukkan penguasaan teknik dan kebaruan kreativitas. Dalam tradisi pendidikan di FSR ISI, pameran Dies Natalis memang merupakan media untuk mengkomunikasikan hasil pendidikannya dalam satu tahun terakhir, sekaligus memunculkan seniman-seniman baru di tengah masyarakat," katanya.
Pada pameran ini, yang bertindak sebagai juri untuk menyeleksi karya mahasiswa adalah M. Agus Burhan, Anusapati, M. Suhadji Muhammad Umar Hadi, A. G Hartono, Sunarto, dan Ant. Hendro Purwoko.
Acara yang merupakan kegiatan tradisi berkala ini akan menampilkan prestasi artistik dan pencapaian estetik karya-karya mahasiswa FSR yang terdiri dari Jurusan Seni Murni, Jurusan Kriya Seni dan Jurusan Desain yang merupakan akumulasi dari seluruh karya-karya terbaru ajaran 2007-2008, ditambah karya-karya mahasiswa yang telah tamat menyelesaikan karya Tugas Akhir S-1 mereka.
Pameran yang kali ini mengangkat tema "Menapak Aras Citra Kreatif Perguruan Tinggi Seni dalam Global Society" ini merupakan tema untuk menanggapi peran dan kedudukan perguruan tinggi seni dalam menyikapi perubahan dan perkembangan global dimana kreativitas menjadi jantung dari dinamika kebudayaan dalam masyarakat.
"Pameran ini merupakan respon atas peran dan kedudukan perguruan tinggi seni dalam menyikapi perubahan dan perkembangan global dimana kreativitas menjadi jantung dari dinamika kebudayaan," kata dekan FSR ISI Yogyakarta, M. Agus Burhan yang sekaligus sebagai penanggung jawab pameran di Yogyakarta (18/10).
Menurut Agus Burhan, pameran ini merupakan kebanggaan bagi FSR ISI karena dapat menampilkan karya-karya seleksi mahasiswa ini dalam tajuk "The Emerging of Artist". Dengan pameran ini, mahasiswa FSR ISI mendapatkan media untuk mengkomunikasikan hasil pendidikannya dalam satu tahun terakhir, sekaligus memunculkan seniman-seniman baru.
"Melalui pameran ini dapat kita saksikan hasil-hasil karya mahasiswa yang mencerminkan sebagian dari upaya tujuan pendidikan. Karya yang terpilih tim seleksi dan sekaligus memunculkan penghargaan karya-karya terbaik, menunjukkan penguasaan teknik dan kebaruan kreativitas. Dalam tradisi pendidikan di FSR ISI, pameran Dies Natalis memang merupakan media untuk mengkomunikasikan hasil pendidikannya dalam satu tahun terakhir, sekaligus memunculkan seniman-seniman baru di tengah masyarakat," katanya.
Pada pameran ini, yang bertindak sebagai juri untuk menyeleksi karya mahasiswa adalah M. Agus Burhan, Anusapati, M. Suhadji Muhammad Umar Hadi, A. G Hartono, Sunarto, dan Ant. Hendro Purwoko.



Kirim Komentar