Bumi semakin panas. Pohon-pohon rindang yang memayungi kita kala matahari menyengat, sudah sangat jarang kita temui. Semua bergantikan dengan gedung megah menancap pada tanah yang dulunya hijau.
Embung Tambak Boyo yang berada di kampung Tambak Boyo, Depok, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, menjadi tempat sejuk yang sekarang dapat dinikmati oleh masyarakat Jogja. Sekedar melepas lelah atau berkumpul bersama keluarga adalah pilihan yang tepat untuk berkunjung ke tempat wisata air ini. Sedikit gersang, tapi keanggunan airnya yang mengalir tenang tak akan membuat Anda untuk segera beranjak.
Tak seperti biasanya yang dipadati oleh warga setempat, Embung Tambak Boyo hari ini ramai dikunjungi pejabat-pejabat tinggi DIY. Bersamaan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Hari Bakti yang ke 63 Departemen Pekerjaan Umum mengadakan penanaman pohon bersama yang dihadiri oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Tujuan dilaksanakan Hari Menanam Pohon Indonesia adalah dalam rangka meningkatkan kepedulian berbagai pihak akan pentingnya penanaman dan pemeliharaan pohon yang berkesinambungan dalam mengurangi pemanasan global dan utnuk mencapai pembangunan Indonesia yang bersih.
"Kita punya komitmen untuk mengupayakan penyelamatan dan pelesatarian lingkungan terutama sumber daya air. Oleh karena itu kita mengadakan penanaman sejumlah pohon di Embung Tambak Boyo ini," ungkap Bayudono, Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Propinsi DIY.
Bayudono juga mengungkapkan bahwa akan ada empat Kabupaten yang rencananya juga akan ditanami pohon sebagai gerakan penghijauan. Gunung Kidul 450 pohon, Sleman 2.050 pohon, Kulon Progo 400 pohon dan Bantul 200 pohon. Pada kesempatan itu, sebelum menanam pohon, Ngarso Dhalem mengatakan, "Jangan sampai bumi kita menjadi gurun yang gersang. Program ini diharapkan akan terus berkelanjutan. Ini saatnya kita bukan bicara tentang alam tapi bicara dengan alam."
Embung Tambak Boyo yang berada di kampung Tambak Boyo, Depok, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, menjadi tempat sejuk yang sekarang dapat dinikmati oleh masyarakat Jogja. Sekedar melepas lelah atau berkumpul bersama keluarga adalah pilihan yang tepat untuk berkunjung ke tempat wisata air ini. Sedikit gersang, tapi keanggunan airnya yang mengalir tenang tak akan membuat Anda untuk segera beranjak.
Tak seperti biasanya yang dipadati oleh warga setempat, Embung Tambak Boyo hari ini ramai dikunjungi pejabat-pejabat tinggi DIY. Bersamaan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Hari Bakti yang ke 63 Departemen Pekerjaan Umum mengadakan penanaman pohon bersama yang dihadiri oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Tujuan dilaksanakan Hari Menanam Pohon Indonesia adalah dalam rangka meningkatkan kepedulian berbagai pihak akan pentingnya penanaman dan pemeliharaan pohon yang berkesinambungan dalam mengurangi pemanasan global dan utnuk mencapai pembangunan Indonesia yang bersih.
"Kita punya komitmen untuk mengupayakan penyelamatan dan pelesatarian lingkungan terutama sumber daya air. Oleh karena itu kita mengadakan penanaman sejumlah pohon di Embung Tambak Boyo ini," ungkap Bayudono, Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Propinsi DIY.
Bayudono juga mengungkapkan bahwa akan ada empat Kabupaten yang rencananya juga akan ditanami pohon sebagai gerakan penghijauan. Gunung Kidul 450 pohon, Sleman 2.050 pohon, Kulon Progo 400 pohon dan Bantul 200 pohon. Pada kesempatan itu, sebelum menanam pohon, Ngarso Dhalem mengatakan, "Jangan sampai bumi kita menjadi gurun yang gersang. Program ini diharapkan akan terus berkelanjutan. Ini saatnya kita bukan bicara tentang alam tapi bicara dengan alam."



Kirim Komentar