Seni & Budaya

Perjuangan Hak Anak Jalanan

Oleh : Margareta Endah W / Senin, 00 0000 00:00

Dalam kehidupan sehari-hari, anak selalu dianggap sebagai makhluk yang tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak memiliki hak apa pun untuk menentukan kelangsungan hidupnya. Perlakuan dari orang dewasa yang punya kesan mengebiri hak-hak anak akhirnya membuat si anak tadi mencari sebuah cara untuk menunjukkan pada dunia bahwa dia sudah dewasa. Begitu pula dengan remaja yang merasa hak-haknya juga tak diperhatikan oleh orang dewasa. Mereka lebih memilih untuk mencari ruang-ruang pengakuan atas kedewasaannya. Beberapa diantara mereka akhirnya memilih untuk turun ke jalanan.

Kebebasan berekspresi, topangan ekonomi secukupnya dan relasi pertemanan yang sejajar tanpa embel-embel yang sering kali merepotkan bagi anak-anak jalanan adalah kelayakan hidup yang mereka anut. Bagi mereka itu semua adalah bentuk perlawanan dalam rangka memperjuangkan identitas warga negara yang sah, yang punya hak-hak yang sama dan harus dipenuhi oleh negara.

Untuk memeringati 16 Hari Anti Kekerasan yang jatuh pada tanggal 25 November-10 Desember 2008, Komunitas Minority membuat sebuah kampanye reduksi stigma sekaligus sebagai ajang untuk meningkatkan kreatifitas anggotanya yang bertempat di Kantor Pos Besar Yogyakarta Jl. P. Senopati. Kampanye tersebut berupa pameran foto yang menggambarkan kehidupan dan perjuangan sehari-hari kawan-kawan di jalanan dalam rangka memperjuangkan hak-hak mereka.

Dua puluh foto yang dipamerkan adalah hasil workshop selama satu bulan yang difasilitasi oleh teman-teman dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DIY. "Awalnya teman-teman Minority agak kesusahan juga. Kita kan mulai dari nol. Tapi teman-teman senang juga dapat pelajaran baru tentang fotografi. Ini adalah bentuk perjuangan terhadap hak-hak mereka sendiri," jelas Diana Cisella, Ketua Pameran Fotografi yang bertajuk "Hidup di Jalan adalah Hak yang Harus Diperjuangkan."

Semoga saja kampanye yang dibuat oleh teman-teman jalanan yang tergabung dalam Komunitas Minority ini dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap anak-anak dan remaja bahwa mereka punya hak yang sama dengan orang dewasa dan hak-hak itu memang harus dipenuhi dan dilindungi oleh negara.

Selain menggelar pameran fotografi, Komunitas Minority juga akan mengadakan performance art pada Hari Difabel Internasional yang bertempat di perempatan lampu merah Jl. Sudirman pada tanggal 3 Desember pukul 16.00 WIB.    

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM



    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini