Predikat sebagai Kota Budaya menjadikan Yogyakarta dipilih menjadi tempat penyelenggaraan Festival Wayang Indonesia 2008 yang digelar oleh Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) pada 13-15 Desember 2008 mendatang di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
"Yogyakarta adalah Kota Budaya. Untuk itulah Pepadi Pusat mempercayakan Pepadi DIY untuk menyelenggarakan Festival Wayang Indonesia kedua nanti di Yogyakarta," kata Ketua Umum Pepadi Pusat Ekotjipto di kantor Baparda DIY (03/12).
Menurut Ekotjipto, selain menyelenggarakan festival, kegiatan tiga tahunan ini juga akan diisi dengan Sidang asosiasi Wayang yang juga akan diikuti oleh China, India, dan Jepang, serta Musyawarah Nasional Pepadi ke-5.
"Sejumlah rangkaian kegiatan akan mewarnai festival ini seperti Sidang asosiasi Wayang yang juga akan diikuti oleh China, India, dan Jepang, serta Musyawarah Nasional Pepadi ke-5," ujarnya.
Pada penyelenggaraannya nanti, peserta dari daerah akan diberikan waktu selama 60 menit untuk memainkan sebuah lakon dengan utuh. Dengan waktu yang cukup singkat ini, para dalang akan dinilai dari sabetan, dramastisasi, iringan, serta pendalaman ceritanya.
Beberapa jenis wayang dari seluruh tanah air seperti wayang golek Sunda, wayang kulit purwa dari Surakarta dan yogyakarta, wayang Purwa Bali, serta wayang Sasak dan wayang Banjar yang saat ini keberadaannya hampir punah.
Festival yang akan diikuti oleh 18 propinsi di Indonesia ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kelestarian dan perkembangan dunia wayang Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dari Unesco sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Karya Agung Warisan Budaya Dunia pada April 2004 lalu.
"Yogyakarta adalah Kota Budaya. Untuk itulah Pepadi Pusat mempercayakan Pepadi DIY untuk menyelenggarakan Festival Wayang Indonesia kedua nanti di Yogyakarta," kata Ketua Umum Pepadi Pusat Ekotjipto di kantor Baparda DIY (03/12).
Menurut Ekotjipto, selain menyelenggarakan festival, kegiatan tiga tahunan ini juga akan diisi dengan Sidang asosiasi Wayang yang juga akan diikuti oleh China, India, dan Jepang, serta Musyawarah Nasional Pepadi ke-5.
"Sejumlah rangkaian kegiatan akan mewarnai festival ini seperti Sidang asosiasi Wayang yang juga akan diikuti oleh China, India, dan Jepang, serta Musyawarah Nasional Pepadi ke-5," ujarnya.
Pada penyelenggaraannya nanti, peserta dari daerah akan diberikan waktu selama 60 menit untuk memainkan sebuah lakon dengan utuh. Dengan waktu yang cukup singkat ini, para dalang akan dinilai dari sabetan, dramastisasi, iringan, serta pendalaman ceritanya.
Beberapa jenis wayang dari seluruh tanah air seperti wayang golek Sunda, wayang kulit purwa dari Surakarta dan yogyakarta, wayang Purwa Bali, serta wayang Sasak dan wayang Banjar yang saat ini keberadaannya hampir punah.
Festival yang akan diikuti oleh 18 propinsi di Indonesia ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kelestarian dan perkembangan dunia wayang Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dari Unesco sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Karya Agung Warisan Budaya Dunia pada April 2004 lalu.



Kirim Komentar