Kebutuhan membaca masyarakat akan buku sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok. "Tak dapat pengetahuan kalau tak membaca buku", itu yang selalu diucapkan orang-orang tua kita. Kata pepatah itu memang benar adanya.
Kegiatan membaca buku memang sedang digalakkan oleh berbagai pihak. Banyak orang yang peduli akan pendidikan anak-anak dan masyarakat beramai-ramai memberikan wadah dan sarana untuk akses buku yang mudah dan gratis. Ini semua demi kepentingan kesejahteraan pendidikan bangsa sendiri.
"Buku bukan saja sebagai benda mati. Buku adalah benda yang berisi buah pikiran seseorang yang bila dibaca dapat menambah ilmu pengetahuan," ungkap Tulus Warsito, Kepala Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan Badan Perpustakaan Daerah Yogyakarta, dalam sambutannya pada pembukaan Pesta Buku Murah Jogjakarta 2008 "5 Hari Obral Buku Ajang Cuci Gudang Akhir Tahun" (4/12) Tulus juga menambahkan bahwa dengan membaca buku akan membuat masyarakat kita semakin cerdas dan sejahtera.
Dalam perjalanan sejarah intelektual Indonesia, kita juga menyaksikan bagaimana bahan bacaan sangat penting dan menentukan, bagaimana perjalanan hidup kaum intelektual dan orang terkenal, ternyata sangat dipengaruhi oleh bacaan yang mereka kuasai sejak usia remaja. "Maka dari itu gerakkan membaca harus dimulai dari sekarang. Untuk mencapai bangsa yang cerdas dan sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 menuju masyarakat madani," ungkap Sri Pakualaman IX dalam sambutannya, Kamis siang (04/12).
Mengingat hal di atas, Buka Buku Production mengadakan pesta buku murah yang diadakan pada tanggal 4-8 Desember 2008. Dengan mengambil tempat di gedung Mandala Bhakti Wanitatama, pesta buku ini akan dimeriahkan dengan workshop, bedah buku serta kamunitas-komunitas film, komik, multimedia dan tradisi yang ada di Jogja.
Dibagi menjadi tiga tempat yaitu, Balai Kunti yang berisi buku-buku agromedia, Balai Shinta dan Balai Utari yang berisi beberapa penerbit dan kuliner. Setiap harinya juga akan dibagikan kambing gratis bagi pengunjung yang melakukan transaksi dengan jumlah rupiah yang telah ditentukan oleh panitia.
Jadi, buat apa ragu-ragu lagi. Segera giatkan gemar membaca dalam diri Anda. Karena buku adalah guru yang paling sabar. Buku akan selalu menunggu Anda untuk segera menyerap ilmu darinya.
Kegiatan membaca buku memang sedang digalakkan oleh berbagai pihak. Banyak orang yang peduli akan pendidikan anak-anak dan masyarakat beramai-ramai memberikan wadah dan sarana untuk akses buku yang mudah dan gratis. Ini semua demi kepentingan kesejahteraan pendidikan bangsa sendiri.
"Buku bukan saja sebagai benda mati. Buku adalah benda yang berisi buah pikiran seseorang yang bila dibaca dapat menambah ilmu pengetahuan," ungkap Tulus Warsito, Kepala Bidang Pembinaan dan Pemberdayaan Badan Perpustakaan Daerah Yogyakarta, dalam sambutannya pada pembukaan Pesta Buku Murah Jogjakarta 2008 "5 Hari Obral Buku Ajang Cuci Gudang Akhir Tahun" (4/12) Tulus juga menambahkan bahwa dengan membaca buku akan membuat masyarakat kita semakin cerdas dan sejahtera.
Dalam perjalanan sejarah intelektual Indonesia, kita juga menyaksikan bagaimana bahan bacaan sangat penting dan menentukan, bagaimana perjalanan hidup kaum intelektual dan orang terkenal, ternyata sangat dipengaruhi oleh bacaan yang mereka kuasai sejak usia remaja. "Maka dari itu gerakkan membaca harus dimulai dari sekarang. Untuk mencapai bangsa yang cerdas dan sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 menuju masyarakat madani," ungkap Sri Pakualaman IX dalam sambutannya, Kamis siang (04/12).
Mengingat hal di atas, Buka Buku Production mengadakan pesta buku murah yang diadakan pada tanggal 4-8 Desember 2008. Dengan mengambil tempat di gedung Mandala Bhakti Wanitatama, pesta buku ini akan dimeriahkan dengan workshop, bedah buku serta kamunitas-komunitas film, komik, multimedia dan tradisi yang ada di Jogja.
Dibagi menjadi tiga tempat yaitu, Balai Kunti yang berisi buku-buku agromedia, Balai Shinta dan Balai Utari yang berisi beberapa penerbit dan kuliner. Setiap harinya juga akan dibagikan kambing gratis bagi pengunjung yang melakukan transaksi dengan jumlah rupiah yang telah ditentukan oleh panitia.
Jadi, buat apa ragu-ragu lagi. Segera giatkan gemar membaca dalam diri Anda. Karena buku adalah guru yang paling sabar. Buku akan selalu menunggu Anda untuk segera menyerap ilmu darinya.



Kirim Komentar