Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, status aktivitas Gunung
Merapi masih dinyatakan AWAS oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan
Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, khusus untuk sektor Gendol
sampai dengan 8 KM dari puncak Merapi. Secara umum, aktivitas vulkanik
Gunung Merapi masih tinggi seperti ditunjukkan oleh data kegempaan.
Data kegempaan didominasi oleh gempa guguran lava pijar.
Pengamatan visual BPPTK (26/06) menunjukkan bahwa keadaan cuaca di
puncak gunung sepanjang hari dominan cerah. Asap solfatara berwarna
putih tebal dengan tekanan sedang, tinggi asap 800 meter dari puncak
teramati dari Pos Selo pada pukul 14.50 WIB.
Guguran lava pijar teramati dari Pos Kaliurang 150 kali menuju ke hulu
Kali Krasak dengan jarak luncur 3 KM dan 193 kali ke hulu Kali Gendol
dengan jarak luncur maksimum 1 KM. Sementara awan panas teramati 12
kali menuju hulu Kali Gendol dengan jarak lucur maksimum 4,5 KM.
Hasil rekaman seismograf tercatat gempa MP 27 kali, gempa guguran 372
kali, awan panas 17 kali dan gempa tektonik 6 kali. Sedangkan gempa
vulkanik, baik vulkanik dalam (VTA) maupun vulkanik dangkal (VTB) tidak
terjadi.
Untuk pengamatan hari Selasa (27/06) pagi (00.00-06.00 WIB), keadaan
cuaca puncak pada pagi hari cerah. Asap solfatara berwarna putih tebal
dengan tekanan lemah, tinggi asap 600 meter teramati dari Pos Ngepos
pada pukul 05.40 WIB. Guguran lava pijar teramati dari Pos Kaliurang 25
kali menuju ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur 3 KM dan 42 kali ke
hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1 KM.
Hasil rekaman seismograf menunjukkan gempa MP 2 kali, gempa guguran 96
kali, awan panas 6 kali dan gempa tektonik 2 kali, sedangkan gempa
vulkanik tidak terjadi.
Selain itu, BPPTK juga menyarankan kepada masyarakat lereng Merapi,
agar wilayah di sepanjang Kali Krasak, Bebeng, Boyong, dan Gendol dalam
radius 8 KM dari puncak dan jarak 300 meter dari tebing sungai, tetap
dikosongkan. Masyarakat juga disarankan untuk menghentikan semua
kegiatan masyarakat, seperti penambangan pasir, bertani, berkebun,
beternak, pendakian ke puncak, dan sebagainya, di dalam dan di sekitar
alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam radius 8 KM.



Kirim Komentar