Sosial Ekonomi
Peyangga Kubah Woro Lapuk
Kubah lava di puncak Gunung Merapi yang berada di atas hulu aliran Kali Woro atau kubah Woro kondisinya saat ini mengkhawatirkan. Kubah yang terbentuk dari sisa erupsi tahun 1906 itu batuan penyusunnya telah mengalami pelapukan sehingga rawan runtuh, kata Kepala Seksi Gunung Merapi Badan Penyelidikan Pengembangan Teknologii Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Drs. Subandriyo di Yogyakarta, Minggu (25/06).
"Kubah Woro bisa saja longsor dengan sendirinya tanpa disebabkan aktivitas vulkanik, karena usia batuan yang cukup tua, seperti yang terjadi pada kubah Geger Boyo yang terbentuk tahun 1911 itu saat runtuh beberapa waktu lalu karena batuannya juga mengalami pelapukan," katanya.
Menurut dia volume kubah Woro saat ini ratusan ribu sampai satu juta meter kubik. Jika runtuh, arah longsorannya menuju ke Kali Woro Klaten. Kondisinya rawan karena lapuk akibat teralterasi atau lapuk akibat pemanasan. Hanya sayangnya, kondisi kubah tersebut kini tidak dapat terpantau dari kemungkinan terjadinya deformasi atau pembengkakan karena reflektor yang dipasang di tubuh kubah tersebut musnah akibat erupsi tahun ini.
Dijelaskan Subandriyo, volume kubah lava baru di puncak Gunung Merapi saat ini mencapai 515 ribu meter kubik, dengan pertumbuhan sekitar 20 ribu meter kubik perhari. Kubah tersebut kedudukannya tidak stabil dan juga terancam runtuh karena berada di atas jurang yang sangat curam.



Kirim Komentar