Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, status aktivitas Gunung Merapi masih dinyatakan AWAS oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, khusus untuk sektor Gendol sampai dengan 8 KM dari puncak Merapi.
Selain itu, BPPTK juga menyarankan kepada masyarakat lereng Merapi, agar wilayah di sepanjang Kali Krasak, Bebeng, Boyong, dan Gendol dalam radius 8 KM dari puncak dan jarak 300 meter dari tebing sungai, tetap dikosongkan. Masyarakat juga disarankan untuk menghentikan semua kegiatan masyarakat, seperti penambangan pasir, bertani, berkebun, beternak, pendakian ke puncak, dan sebagainya, di dalam dan di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam radius 8 KM.
Pengamatan visual BPPTK (25/06) menunjukkan bahwa cuaca di puncak gunung sepanjang hari dominan cerah. Asap solfatara berwarna putih tebal dengan tekanan sedang, tinggi asap 800 meter dari puncak teramati dari Pos Selo pada pukul 14.50 WIB.
Guguran lava pijar teramati dari Pos Kaliurang 139 kali menuju ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur 3 KM dan 117 kali ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1 KM. Sementara awan panas termati 11 kali menuju hulu Kali Gendol dengan jarak lucur maksimum 3 KM.
Hasil rekaman seismograf tercatat gempa MP 32 kali, gempa guguran 321 kali, awan panas 18 kali dan gempa tektonik 17 kali. Sedangkan gempa vulkanik, baik vulkanik dalam (VTA) maupun vulkanik dangkal (VTB) tidak terjadi.
Untuk pengamatan hari Senin (26/06) pagi (00.00-06.00 WIB), keadaan cuaca puncak pada pagi hari cerah. Asap solfatara berwarna putih tebal dengan tekanan sedang, tinggi asap 750 meter teramati dari Pos Selo pada pukul 05.40 WIB. Guguran lava pijar teramati dari Pos Kaliurang 36 kali menuju ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur 3 KM dan 73 kali ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1 KM. Awan panas teramati dari Pos Kaliurang sebanyak satu kali mengarah ke hulu Kali Gendol sejauh 1,5 KM.
Hasil rekaman seismograf tercatat gempa MP 5 kali, gempa guguran 109 kali, awan panas 2 kali dan gempa tektonik 2 kali, sedangkan gempa vulkanik tidak terjadi.
Secara umum, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi seperti ditunjukkan oleh data kegempaan. Data kegempaan didominasi oleh gempa guguran lava pijar.



Kirim Komentar