Berdasarkan hasil analisis data pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, status aktivitas Gunung Merapi masih dinyatakan AWAS khusus untuk sektor Gendol sampai dengan 8 kilometer dari puncak Merapi.
20 Juni 2006
Berdasarkan pengamatan visual, cuaca puncak pada pagi dan siang hari cerah, sedang
sore hingga malam berkabut. Asap solfatara berwarna putih tebal, tekanan sedang
dengan ketinggian asap maksimum 1200 meter di atas puncak teramati dari Pos Jrakah.
Dari Pos Kaliurang, dilaporkan terjadi awan panas sebanyak 22 kali mengarah ke Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 3,5 KM. Guguran lava pijar terjadi sebanyak 28 kali ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1 KM, dan ke hulu Kali Krasak sebanyak 2 kali dengan jarak luncur 2 KM.
Hasil rekaman seismograf tercatat gempa MP 136 kali, gempa guguran 312 kali, awan panas 38 kali, gempa vulkanik dangkal (VTB) tidak terjadi, dan gempa tektonik 4 kali.
21 Juni 2006 (00.00-06.00 WIB)
Pengamatan visual dari pos-pos pengamatan, keadaan cuaca puncak pada pagi hari
berkabut tebal.
Hasil rekaman seismograf, tercatat gempa MP 30 kali, gempa guguran 64 kali, gempa vulkanik dangkal (VTB) tidak terjadi, awan panas 7 kali, dan gempa tektonik 1 kali.
Secara umum, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi seperti ditunjukkan oleh data kegempaan dan pengamatan visual. Data kegempaan masih tinggi, terutama didominasi oleh guguran lava pijar dan awan panas yang juga terlihat secara visual.



Kirim Komentar