Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta melaporkan hasil analisis data pemantauan, bahwa status aktivitas Gunung Merapi masih dinyatakan AWAS khusus untuk sektor Gendol sampai dengan 8 kilometer dari puncak Merapi.
19 Juni 2006
Berdasarkan pengamatan visual, cuaca puncak pada pagi hari cerah, sedang siang
dan sore hari berkabut. Asap solfatara berwarna putih tebal, tekanan lemah dengan
ketinggian asap maksimum 600 meter di atas puncak teramati dari Pos Jrakah.
Dari Pos Kaliurang, dilaporkan terjadi awan panas sebanyak 9 kali mengarah ke Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 3,0 KM. Guguran lava pijar terjadi sebanyak 37 kali mengarah ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1 KM.
Hasil rekaman seismograf tercatat gempa MP 88 kali, gempa guguran 272 kali, awan panas 21 kali, gempa vulkanik dangkal (VTB) tidak terjadi, dan gempa tektonik 7 kali.
20 Juni 2006 (00.00-06.00 WIB)
Pengamatan visual dari pos pengamatan, keadaan cuaca puncak pada pagi hari berkabut.
Asap solfatara berwarna putih tebal, tekanan lemah dengan ketinggian asap maksimum
350 meter dari puncak teramati dari Pos Ngepos.
Dari Deles, dilaporkan guguran lava pijar teramati 4 kali dengan jarak luncur maksimum 1 KM. Awan panas teramati 5 kali ke Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 3,5 KM.
Hasil rekaman seismograf, tercatat gempa MP 27 kali, gempa guguran 93 kali, gempa vulkanik dangkal (VTB) tidak terjadi, awan panas 4 kali, dan gempa tektonik tidak terjadi.
Secara umum, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi seperti ditunjukkan oleh data kegempaan dan pengamatan visual. Data kegempaan masih tinggi, terutama didominasi oleh guguran lava pijar dan awan panas yang juga terlihat secara visual.



Kirim Komentar