Hasil analisis data pemantauan BPPTK Yogyakarta menunjukkan bahwa status aktivitas Gunung Merapi masih dinyatakan AWAS khusus untuk sektor Gendol sampai dengan 8 kilometer dari puncak Merapi, terhitung mulai tanggal 14 Juni 2006, pukul 14.00 WIB.
18 Juni 2006
Berdasarkan pengamatan visual, cuaca puncak pada pagi hari cerah, sedang siang
dan sore hari berkabut. Asap solfatara berwarna putih tebal, tekanan lemah dengan
ketinggian asap maksimum 300 meter di atas puncak teramati dari Pos Kaliurang.
Dari Pos Kaliurang, dilaporkan terjadi awan panas sebanyak 27 kali mengarah ke Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 3,0 KM. Guguran lava pijar terjadi sebanyak 5 kali mengarah ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2,5 KM, 53 kali ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1,0 KM, dan ke hulu Kali Senowo 1 kali dengan jarak luncur 1 KM.
Hasil rekaman seismograf tercatat gempa MP 51 kali, gempa guguran 260 kali, awan panas 33 kali, gempa vulkanik dangkal (VTB) tidak terjadi, dan gempa tektonik terasa 1 kali.
19 Juni 2006 (00.00-06.00 WIB)
Pengamatan visual dari pos pengamatan, keadaan cuaca puncak pada pagi hari cerah.
Asap solfatara berwarna putih tebal, tekanan lemah dengan ketinggian asap maksimum
550 meter dari puncak. Awan panas terjadi 2 kali tetapi tidak terlihat secara
visual.
Hasil rekaman seismograf, tercatat gempa MP 18 kali, gempa guguran 54 kali, gempa vulkanik dangkal (VTB) tidak terjadi, awan panas 2 kali, dan gempa tektonik 2 kali.
Secara umum, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi seperti ditunjukkan oleh data kegempaan dan pengamatan visual. Data kegempaan masih tinggi, terutama didominasi oleh guguran lava dan awan panas yang juga terlihat secara visual. Arah guguran lava dan awan panas dominan ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur maksimal 3 KM serta sebagian ke Kali Krasak dengan jarak luncur maksimal 2,5 KM.



Kirim Komentar