Berdasarkan hasil analisis data pemantauan BPPTK Yogyakarta, status aktivitas Gunung Merapi masih dinyatakan AWAS khusus untuk sektor Gendol sampai dengan 8 kilometer dari puncak Merapi, terhitung mulai tanggal 14 Juni 2006, pukul 14.00 WIB.
15 Juni 2006
Berdasarkan pengamatan visual, cuaca puncak pada pagi hari cerah sedang siang
dan sore hari tertutup kabut. Asap solfatara berwarna putih tebal, tekanan sedang
dengan ketinggian asap maksimum 900 meter di atas puncak teramati dari Pos Babadan
jam 05.20 WIB.
Dari Pos Ngepos, dilaporkan terjadi awan panas sebanyak 26 kali mengarah ke Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 5 KM. Awan panas terpanjang terjadi pada jam 08.30 WIB. Guguran lava pijar teramati 7 kali mengarah ke hulu Kali Krasak, 1 kali ke hulu Kali Bebeng, dan 1 kali ke hulu Kali Sat dengan jarak luncur maksimum 2,5 KM.
Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di Pos Babadan dari jam 09.11 WIB sampai dengan 11.40 WIB, dan di Pos Jrakah dari jam 18.50 WIB sampai dengan 19.40 WIB dengan ketebalan abu mencapai 0.5 mm.
Hasil rekaman seismograf tercatat gempa MP 168 kali, gempa guguran 326 kali, awan panas 42 kali, gempa vulkanik dangkal (VTB) 6 kali, dan gempa tektonik 8 kali.
16 Juni 2006 (00.00-06.00 WIB)
Berdasarkan pengamatan visual, cuaca puncak pada pagi hari cerah. Asap solfatara
berwarna putih tipis, tekanan sedang dengan ketinggian asap maksimum 400 meter
di atas puncak teramati dari Pos Jrakah.
Dari Pos Ngepos, dilaporkan terjadi 3 kali awan panas mengarah ke Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 5 KM. Guguran lava pijar terjadi sebanyak 8 kali ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2 KM, dan 10 kali ke hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1 KM.
Hasil rekaman seismograf, tercatat gempa MP 79 kali, gempa guguran 59 kali, gempa vulkanik dangkal (VTB) 2 kali, awan panas 10 kali, dan gempa tektonik 2 kali.



Kirim Komentar