Sosial Ekonomi

Fluktuasi Aktivitas Gunung Merapi

Oleh : Donum Theo / Senin, 00 0000 00:00

Berdasarkan pengamatan visual Balai Pengamatan dan Penyelidikan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, pada hari Rabu tanggal 14 Juni 2006, cuaca puncak Merapi pada pagi hari cerah sedang siang dan sore hari tertutup kabut, asap, dan abu. Asap solfatara berwarna putih tipis, tekanan sedang dengan ketinggian asap maksimum 500 meter dia tas puncak teramati dari Pos Selo.

Pada pukul 08.14 WIB, terjadi awan panas mengarah ke hulu Kali Gendol yang teramati dari Pos Kaliurang. Mulai pukul 11.33 WIB, terjadi awan panas beruntun sampai dengan pukul 15.50 WIB dengan puncaknya terjadi pada pukul 1.15 WIB mengarah ke Kali Gendol dengan jarak luncur mencapai 7 kilometer dari puncak Merapi.

Hujan abu dilaporkan terjadi di semua pos pengamatan Gunung Merapi pada sore hari dengan ketebalan tertinggi mencapai 5 mm di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Hasil rekaman seismograf tercatat gempa MP 89 kali, gempa guguran 371 kali, awan panas 61 kali dan gempa tektonik 2 kali.

Pengamatan hari Kamis tanggal 15 Juni 2006, pukul 00.00 - 06.00 WIB, cuaca puncak pada pagi hari cerah. Asap solfatara berwarna putih tipis, tekanan sedang dengan ketinggian asap maksimum 900 meter di atas puncak teramati dari Pos Babadan.

Sampai dengan pukul 06.00 WIB, telah terjadi awan panas sebanyak 6 kali dengan jarak luncur maksimum mencapai 4 kilometer dari puncak Gunung Merapi pada pukul 04.48 WIB mengarah ke hulu Kali Gendol.

Hasil rekaman seismograf tercatat gempa MP 9 kali, gempa guguran 111 kali, awan panas 6 kali, dan tektonik 2 kali.

Berdasarkan hasil analisis data pemantauan BPPTK Yogyakarta, status aktivitas Gunung Merapi dinaikkan dari SIAGA menjadi AWAS khusus untuk sektor Gendol sampai dengan 8 kilometer dari puncak Merapi, terhitung mulai tanggal 14 Juni 2006, pukul 14.00 WIB.

BPPTK Yogyakarta juga menyarankan agar wilayah di sepanjang alur Kali Krasak / Bebeng, Kali Bedog, Kali Boyong, dan Kali Gendol dalam radius 8 kilometer dari puncak Gunung Merapi di dalam jarak 300 meter dari tebing alur sungai tersebut di atas tetap dikosongkan karena masih berpotensi terancam awan panas.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM



    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini