Berdasarkan hasil analisis data pemantauan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan
Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, status aktivitas Gunung Merapi masih
dinyatakan AWAS.
Tanggal 06 Juni 2006
Berdasarkan pengamatan visual BPPTK, keadaan asap solfatara berwarna putih tebal
dengan tekanan lemah, tinggi asap maksimum 500 meter teramati dari Pos Babadan.
Cuaca di sekitar puncak cerah pada pagi hari, sedang siang, sore, dan malam hari
berkabut dan mendung.
Dari Pos Kaliurang, teramati 116 kali guguran lava pijar mengarah ke hulu Kali
Krasak dengan jarak luncur maksimum 2 kilometer, dan 103 kali mengarah ke hulu
Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1 kilometer.
Awan panas yang teramati dari Pos Kaliurang sebanyak 2 kali mengarah ke hulu
Kali Gendol dengan jarak luncur 2 kilometer.
Dari rekaman seismograf, terdapat gempa MP 10 kali, gempa guguran 212 kali, awan
panas 78 kali dan gempa tektonik 14 kali.
Tanggal 07 Juni 2006 (00.00-06.00)
Keadaan asap solfatara berwarna putih tebal tekanan lemah, tinggi 300 meter teramati
dari Pos Jrakah. Awan panas teramati dari Pos Ngepos sebanyak 1 kali ke arah hulu
Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1 kilometer.
Sementara itu guguran lava pijar teramati 6 kali menuju hulu Kali Krasak dengan
jarak luncur maksimum 1,5 kilometer dan 6 kali menuju hulu Kali Gendol dengan
jarak luncur maksimum 1 kilometer.
Rekaman seismograf mencatat sebanyak gempa guguran 20 kali, awan panas 8 kali,
dan gempa tektonik 2 kali.



Kirim Komentar