Status aktivitas Gunung Merapi, hingga hari Rabu (24/05), masih dinyatakan AWAS, berdasarkan hasil analisis data pemantauan yang dilakukan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta. Ditambah lagi, hujan abu tipis telah melanda berbagai kawasan di seputaran lereng Merapi, misalnya di daerah Sleman dan Klaten.
Dari pengamatan visual (23/05), keadaan asap solfatara berwarna putih tebal dengan tekanan sedang, tinggi asap maksimum 900 meter teramati dari Pos Babadan. Cuaca di sekitar puncak cerah pada malam hari, sedang pagi hingga sore hari berkabut dan mendung.
Data rekaman seismograf menunjukkan catatan gempa fase banyak (MP) 85 kali, gempa
guguran 316 kali dan awan panas 46 kali. Di antara guguran-guguran tersebut, sebanyak
76 kali guguran lava pijar teramati dari Pos Ngepos dengan arah dominan ke hulu
Krasak dengan jarak luncur 4 kilometer.
Sedangkan awan panas yang teramati dari Pos Kaliurang sebanyak 20 kali mengarah
ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 3,5 kilometer. Dari Pos Ngepos
juga teramati awan panas mengarah ke Kali Boyong dengan jarak luncur maksimuim
3 kilometer.
Pada hari Rabu (24/05), seismograf kembali mencatat 22 kali gempa MP, 76 kali gempa guguran dan 11 kali awan panas.
Dilaporkan dari Posko Utama Sleman, Rabu siang, rombongan dari tim pusat krisis
Departemen Kesehatan RI dan Komisi-IX DPR RI mengunjungi Posko Utama Merapi dan
beberapa barak pengungsian di Kabupaten Magelang, Sleman, Klaten, dan Boyolali.
Rombongan tersebut disertai juga sumbangan dari PT Bintang Toedjoe dan PT Sari
Husada, dalam bentuk susu, makanan, dan obat-obatan.
Dijadwalkan pula kunjungan berikutnya dari rombongan Ikatan Istri Fraksi Partai
Golkar DPR MPR RI.



Kirim Komentar